Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
6 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
6 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
51 menit yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
4
Pujian Osmar Loss buat Mentalitas Pemain Dewa United FC
Sepakbola
56 menit yang lalu
Pujian Osmar Loss buat Mentalitas Pemain Dewa United FC
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
46 menit yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
36 menit yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Home  /  Berita  /  Badminton

Pemerintah Wacanakan Larangan Mudik, Komisi VIII DPR: Ini Demi Kemaslahatan Umat

Pemerintah Wacanakan Larangan Mudik, Komisi VIII DPR: Ini Demi Kemaslahatan Umat
Jum'at, 27 Maret 2020 13:43 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pemerintah tengah mengkaji beberapa opsi terkait mudik lebaran mendatang, salah satunya opsi larangan mudik. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi VIII DPR Selly Andriany Gantina angkat suara.

"Pemerintah sedang menghitung lewat kajian matang. Tujuan utamanya kan maslahat seluruh masyarakat" ungkapnya ketika dimintai keterangan di Jakarta, Kamis (26/03/2020).

Anggota Komisi VIII yang membidangi sosial agama dan kebencanaan ini juga menyebut bahwa kekhusyukan ibadah Ramadan tidak akan terganggu oleh virus corona ini.

"Poinnya ibadah selama bulan suci Ramadhan tidak kehilangan makna sucinya. Masyarakat tetap bisa beribadah secara khusyuk walaupun dalam kondisi prihatin. Pemerintah harus jamin" imbuhnya.

"Bisa dong kita menunjukkan rasa empati kita sebagai umat beragama dengan tidak mudik dulu. Ada sekian resiko yang mungkin lebih besar kalau mudik. Bisa membahayakan sanak keluarga di kampung halaman".

Politisi PDI Perjuangan ini juga menyebut bahwa virus corona ini tidak akan bisa teratasi jika tidak ada kesadaran bersama.

"Nuansa Lebaran kan tetap bisa dirayakan dengan teknologi. Tinggal video call atau skype. Kalau tidak begitu nanti resiko paparan virus bisa kemana-mana. Harus sadar kita lawan corona ini itu butuh kerjasama"

"Memang virus ini mati pakai smadav? Kan engga. Virus ini matinya karena kita disiplin ketat. Saatnya kerjasama kita semua, untuk menahan diri dan berdisplin" tandasnya.***

wwwwww