Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
Politik
23 jam yang lalu
Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
2
Sepasang PNS yang Pingsan Bugil dalam Kijang Innova Ternyata Pejabat Dinas Pendidikan
Peristiwa
22 jam yang lalu
Sepasang PNS yang Pingsan Bugil dalam Kijang Innova Ternyata Pejabat Dinas Pendidikan
3
Istri Polisi Sekap dan Aniaya Bidan dalam Poskesdes, Korban Harus Dirawat di Rumah Sakit
Peristiwa
23 jam yang lalu
Istri Polisi Sekap dan Aniaya Bidan dalam Poskesdes, Korban Harus Dirawat di Rumah Sakit
4
Pasien Positif Covid-19 ke-118 di Riau Ternyata Warga Kepri, Saat Ini Dirawat di RSUD Arifin Achmad
Kesehatan
13 jam yang lalu
Pasien Positif Covid-19 ke-118 di Riau Ternyata Warga Kepri, Saat Ini Dirawat di RSUD Arifin Achmad
5
Andrianus Garu Minta Jokowi Tunda Pilkada dan Evaluasi Kabinet Jilid 2
Pemerintahan
12 jam yang lalu
Andrianus Garu Minta Jokowi Tunda Pilkada dan Evaluasi Kabinet Jilid 2
6
Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Diabetes dan Jantung
Umum
12 jam yang lalu
Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Diabetes dan Jantung
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ingatkan Jubir Tak Bikin Blunder, Gus Nabil: Negara Jangan Bedakan Si Kaya dan Si Miskin

Ingatkan Jubir Tak Bikin Blunder, Gus Nabil: Negara Jangan Bedakan Si Kaya dan Si Miskin
Minggu, 29 Maret 2020 14:44 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI dari F-PDIP, Muchamad Nabil Haroen, menegaskan bahwa negara seharusnya tidak membedakan kaya miskin, tapi harus melindungi semua warganya.

Demikian dikatakan Nabil menanggapi pernyataan kontroversial Juru Bicara Pemerintah untuk Penangananan Covid-19 Achmad Yurianto ketika memberikan keterangan pers soal perkembangan kasus Covid-19.

"Yang kaya melindungi yang miskin agar bisa hidup dengan wajar, dan yang miskin melindungi yang kaya agar tidak menularkan penyakitnya. Ini menjadi kerja sama yang penting,” kata Achmad Yurianto seperti yang dilansir dari tayangan Kompas TV pada menit ke 22:40, Jumat (27/3/2020) serta direlay di jaringan media sosial.

Menurut Nabil, seharusnya negara memberi perlindungan merata, tidak bedakan kaya miskin. Sesuai amanat UUD 1945, bahwa perlindungan, keadilan dan kesejahteraan itu bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Warga Indonesia berhak mendapat keadilan dalam penanganan kesehatan secara merata, di tengah pandemi Covid-19 ini," kata Nabil dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/3/2020).

Juru Bicara, tambah  Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama  itu, jangan blunder. Harus sampaikan subtansi dengan cara yang benar, gagasan yang benar, pada situasi yang benar.

"Seorang juru bicara seharusnya tidak mengkotak-kotakkan dengan atribut material seperti itu. Ini saatnya kita bergotong royong menghadapi wabah covid-19. Semuanya punya kewajiban dan tanggungjawab sesuai proporsi masing-masing. Penyakit tidak mengenal strata sosial dan bisa mengenai siapa saja," kata Nabil.

"Saya kira, Presiden Joko Widodo harus evaluasi kinerja Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19. Evaluasi itu penting, jangan sampai karena juru bicaranya salah ucap, salah omong, atau blunder, jadi mengganggu gerak tim. Ini penting digarisbawahi, bahwa saya sangat mengapresiasi kinerja tim medis yang bertugas siang malam, juga segenap instansi yang membantu untuk menangani Covid-19 ini," tambahnya.

Nabil melanjutkan bahwa rakyat sudah bergerak, saatnya Pemerintah membuka informasi, serta ambil kebijakan progresif. Karena persebaran virus Corona (Covid-19) ini tidak membedakan kaya miskin.

"Banyak sekali teman-teman saya, tidak ada beda kaya dan miskin, jadi korban. Kita harus gerak cepat, dengan koordinasi semua kepala daerah untuk menjaga kawasan masing-masing," kata Nabil.

Nabil menceritakan, warga di desa-desa sudah aware dengan bahaya Covid-19, mereka membatasi pergerakan pendatang, membersikan tempat ibadah dan tempat umum dengan fasilitas kebersihan mandiri, juga saling menjaga-saling mengingatkan untuk sama-sama menjaga kesehatan masing-masing.

Hal seperti, katanya, harus diapresiasi. Tapi harus diingat bajwa mereka ada batasnya. Selanjutnya, dibutuhkan kebijakan cepat, tepat, dan sekaligus informasi akurat dari pemerintah agar semua bersiap dan bergotong royong saling bantu.

"Ini saatnya kita membangkitkan gairah persatuan dan kerjasama, tanpa membedakan strata sosial. Karena keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Semoga kita semua mampu melewati musibah pandemi Covid-19 dengan selamat. Amin," tutup Nabil.***


wwwwww