Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Bertambah 1.893, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air 125.396 Orang, 5.723 Meninggal
Kesehatan
9 jam yang lalu
Bertambah 1.893, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air 125.396 Orang, 5.723 Meninggal
2
Sekelompok Orang Serang Peserta Doa Pernikahan di Kediaman Assegaf bin Jufri, 3 Warga Terluka
Peristiwa
11 jam yang lalu
Sekelompok Orang Serang Peserta Doa Pernikahan di Kediaman Assegaf bin Jufri, 3 Warga Terluka
3
Ini Identitas 3 Polisi yang Hilang Akibat Karamnya Kapal Patroli Polairud
Peristiwa
3 jam yang lalu
Ini Identitas 3 Polisi yang Hilang Akibat Karamnya Kapal Patroli Polairud
4
Dicekoki Miras oleh Pelacur Langganannya, PNS Kehilangan Mobil Usai Kencan
Peristiwa
16 jam yang lalu
Dicekoki Miras oleh Pelacur Langganannya, PNS Kehilangan Mobil Usai Kencan
5
Toyota Recall 5.965 Unit Mobil karena Kehilangan Tenaga Saat Dikendarai
Umum
15 jam yang lalu
Toyota Recall 5.965 Unit Mobil karena Kehilangan Tenaga Saat Dikendarai
6
Siswi SMP di Batang Anai Kritis Ditikam Begal, Pelaku Ditembak Polisi
Peristiwa
16 jam yang lalu
Siswi SMP di Batang Anai Kritis Ditikam Begal, Pelaku Ditembak Polisi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Organda Sumbar Hentikan Semua Operasional Bus Antar Provinsi

Organda Sumbar Hentikan Semua Operasional Bus Antar Provinsi
Ketua Organda Sumbar Budi Syukur. (foto: ist/Langgam.id)
Kamis, 02 April 2020 19:46 WIB
PADANG - Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumatera Barat (Sumbar) mengaku sudah menghentikan semua operasional bus antar provinsi milik 12 perusahaan. Hal itu dilakukan untuk menurunkan intesitas masuknya pendatang dari luar ke Sumbar untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19).

Dikutip dari Langgam.id, Ketua Organda Sumbar Budi Syukur mengatakan, penghentian operasional bus antar provinsi itu berlaku hingga waktu yang belum ditentukan. Termasuk, berlaku saat mudik Lebaran tidak boleh beroperasi.

“Kami sudah setop semua bus sejak tanggal 28 Maret 2020, (berlaku) sampai pemberitahuan selanjutnya. Pak Gubernur sudah mengirimkan surat ke perusahaan untuk setop operasi dulu,” kata Budi Syukur dihubungi Langgam.id, Kamis (2/4/2020).

Ia mengungkapkan, mayoritas perusahaan yang telah menghentikan operasional terhitung sejak tanggal 1 April 2020. Sebab, surat dari Gubernur Sumbar sampai di tangan para perusahaan tertanggal 30 Maret 2020.

“Kami mendukung penuh langkah pembatasan secara selektif di perbatasan itu. Semua kebijakan pemerintah provinsi organda mendukung,” ujarnya.

Diakuinya sebelum keputusan penghentian operasional, cukup banyak bus antar provinsi masuk ke wilayah Sumbar. Bus tersebut datang dari Jakarta, Bandung, Depok hingga Bekasi.

“Sebelumnya, semuanya itu masuk, ada sekitar 60 persen (okupansi). Pokoknya sekarang enggak ada cerita, tidak boleh beroperasi, termasuk saat mudik lebaran,” tegasnya. (Irwanda/ICA/LGM)

Editor:arie rh
Kategori:GoNews Group, Umum, Sumatera Barat

wwwwww