Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tren Elektabilitas PD dan AHY Konsisten Naik Pada Tiga Survei Nasional
Politik
20 jam yang lalu
Tren Elektabilitas PD dan AHY Konsisten Naik Pada Tiga Survei Nasional
2
Jangankan Mudik, Sekedar Mau Beli Baju Lebaran Warga Kabupaten Juga Tak Boleh Masuk Pekanbaru
Peristiwa
18 jam yang lalu
Jangankan Mudik, Sekedar Mau Beli Baju Lebaran Warga Kabupaten Juga Tak Boleh Masuk Pekanbaru
3
HMI-MPO Cabang Bogor Tuntut Usut Tuntas Mafia Covid-19
Hukum
21 jam yang lalu
HMI-MPO Cabang Bogor Tuntut Usut Tuntas Mafia Covid-19
4
Ejek Kemampuan Densus 88, Teroris OPM: Memang Bisa Lawan Gerilyawan?
Hukum
17 jam yang lalu
Ejek Kemampuan Densus 88, Teroris OPM: Memang Bisa Lawan Gerilyawan?
5
Galank Gunawan akan Beradu Rebound dengan Jamarr Johnson
Olahraga
20 jam yang lalu
Galank Gunawan akan Beradu Rebound dengan Jamarr Johnson
6
Kerennya Emoney Edisi IBL dan Tim Nasional
Olahraga
20 jam yang lalu
Kerennya Emoney Edisi IBL dan Tim Nasional
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Organda Sumbar Hentikan Semua Operasional Bus Antar Provinsi

Organda Sumbar Hentikan Semua Operasional Bus Antar Provinsi
Ketua Organda Sumbar Budi Syukur. (foto: ist/Langgam.id)
Kamis, 02 April 2020 19:46 WIB
PADANG - Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumatera Barat (Sumbar) mengaku sudah menghentikan semua operasional bus antar provinsi milik 12 perusahaan. Hal itu dilakukan untuk menurunkan intesitas masuknya pendatang dari luar ke Sumbar untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19).

Dikutip dari Langgam.id, Ketua Organda Sumbar Budi Syukur mengatakan, penghentian operasional bus antar provinsi itu berlaku hingga waktu yang belum ditentukan. Termasuk, berlaku saat mudik Lebaran tidak boleh beroperasi.

“Kami sudah setop semua bus sejak tanggal 28 Maret 2020, (berlaku) sampai pemberitahuan selanjutnya. Pak Gubernur sudah mengirimkan surat ke perusahaan untuk setop operasi dulu,” kata Budi Syukur dihubungi Langgam.id, Kamis (2/4/2020).

Ia mengungkapkan, mayoritas perusahaan yang telah menghentikan operasional terhitung sejak tanggal 1 April 2020. Sebab, surat dari Gubernur Sumbar sampai di tangan para perusahaan tertanggal 30 Maret 2020.

“Kami mendukung penuh langkah pembatasan secara selektif di perbatasan itu. Semua kebijakan pemerintah provinsi organda mendukung,” ujarnya.

Diakuinya sebelum keputusan penghentian operasional, cukup banyak bus antar provinsi masuk ke wilayah Sumbar. Bus tersebut datang dari Jakarta, Bandung, Depok hingga Bekasi.

“Sebelumnya, semuanya itu masuk, ada sekitar 60 persen (okupansi). Pokoknya sekarang enggak ada cerita, tidak boleh beroperasi, termasuk saat mudik lebaran,” tegasnya. (Irwanda/ICA/LGM)

Editor:arie rh
Kategori:GoNews Group, Umum, Sumatera Barat
wwwwww