Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
21 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
15 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
19 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
19 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
16 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
23 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton
Jelang Olimpiade Tokyo 2021

Oldy Sofyan: Pelatnas Balap Sepeda Akan Maksimalkan Dana 6,4 Miliar

Oldy Sofyan: Pelatnas Balap Sepeda Akan Maksimalkan Dana 6,4 Miliar
Manajer Tim Balap Sepeda, Oldy Sofyan Ali
Minggu, 12 April 2020 14:59 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Tim Pelatnas Balap Sepeda Olimpiade akan memaksimalkan dana yang disediakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sehubungan dtundanya jadwal pelaksanaan  Olimpiade Tokyo yang semula tahun 2020 menjadi tahun 2021. Padahal, alokasi anggaran dana pelatnas Olimpiade itu berpatokan pada pelaksanaan Olimpiade Tokyo yang direncanakan 24 Juli hingga 9 Agustus 2020.

"Ditundanya setahun pelaksanaan Olimpiade Tokyo ke Agustus 2021 akibat wabah virus Corona itu otomatis menambah panjang waktu persiapan Pelatnas Balap Sepeda Olimpiade. Apalagi, event babak kualifikasi Olimpiade cukup banyak dibatalkan dan dijadwal ulang kembali. Penundaan ini akan berdampak terhadap kebutuhan anggaran. Makanya, kita akan mencoba memaksimalkan dana yang sudah dikucurkan Kemenpora," kata Manajer Tim Balap Sepeda Indonesia, Oldy Sofyan Ali yang dihubungi melalui telepon selular di Jakarta, Minggu (12/4/2020).

Untuk Pelatnas Balap Sepeda Olimpiade, PB ISSI mengajukan angaran sebesar Rp10,5 miliar tetapi Kemenpora mengucurkan dana sebesar Rp6,4 miliar setelah verifikasi.  Sehubungan dengan penundaan Olimpiade dan batalnya babak kualifikasi, kata Oldy, pihaknya akan segera merevisi alokasi anggaran yag sudah dikucurkan dan menyusuk kembali program yang tidak terlaksana.  

"Ya, kita akan merevisi kembali penggunaan anggaran pelatnas Olimpiade dengan menyusun kembali program pelatnas Olimpiade. Lalu, kita akan segera melakukan koordinasi dengan pihak Kemenpora," ujarnya. 

Oldy panggilan akrab Oldy Sofyan Ali juga sepakat dengan usulan pembelian peralatan Virtual Trainning dan Gym yag disampaikan  Pelatih Kepala Pelatnas Balap Sepeda Olimpiade, Dadang Haries Poernomo. 

"Ya, saya sangat setuju dengan usulan pembelian peralatan virtual trainning dan gym itu. Peralatan virtul trainning itu sangat penting dalam mendukung program  latiah pelatnas balap sepeda Olimpiade di tengah wabah virus Corona. Dan, saya juga sudah memasukkannya dalam anggaran revisi yang akan diajukan kepada pihak Kemenpora," jelasnya. ***

wwwwww