Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
22 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
16 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
20 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
20 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
16 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
24 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton
Jelang Olimpiade Tokyo 2021

Terkait Covid 19, Pelatnas Balap Sepeda Butuh Peralatan Virtual Trainning dan Gym

Terkait Covid 19, Pelatnas Balap Sepeda Butuh Peralatan Virtual Trainning dan Gym
Minggu, 12 April 2020 13:36 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Dampak wabah virus Corona atau Covid 19 yang melanda dunia termasuk Indonesia sangat besar terhadap dunia olahraga. Bukan hanya single even nasional, internasional yang ditunda tetapi pelaksanaan Olimpiade Tokyo yang semula tahun 2020 diundur menjadi tahun 2021. Tak terkecuali program latihan Pelatnas Olimpiade pun ikut terganggu.

Menghadapi situasi di tengah wabah, Pelatih Kepala Tim Pelatnas Balap Sepeda Olimpiade, Dadang Haries Poernomo mencoba membuat strategi dalam mempertahankan kondisi atlet balap sepeda. Apalagi, adanya imbauan dari Menpora Zainudin Amali agar seluruh kegiatan pelatnas tidak melakukan latihan di ruang publik demi menjaga kesehatan dan keselamatan para insan olahraga. 

"Ya, kita memang dituntut harus lebih kreatif di tengah wabah Covid 19 sehingga program latihan pelatnas balap sepeda Olimpiade bisa tetap berjalan dan kondisi fisik anak-anak bisa dipertahankan. Dan, kita juga harus mengikuti instruksi Kemenpora sehingga kesehatan dan keselamatan atlet pelatnas bisa tetap terjaga," kata Dadang yang dihubungi melalui telepon selular,  Minggu (12/4/2020).  

Pelatnas Balap Sepeda Olimpiade yang dilakukan di dua daerah Jawa Timur tetap berjalan hingga saat ini. Yakni, Malang untuk nomor Track dan Banyuwangi untuk BMX. Hanya saja, kata Dadang, mereka lebih banyak menjalankan latihan indoor dalam upaya mengantisipasi Covid 19. Khusus pebalap nomor Track menjalani latihan di Hotel Elios dan pebalap BMX di Hotel Selamet. 

"Khusus pebalap BMX itu memang tidak bisa sepenuhnya latihan Indoor. Mereka butuh latihan di Sirkuit BMX untuk melatih skillnya. Yang pasti,  saat mereka latihan tidak boleh ada pebalap BMX lain dan juga masyarakat yang biasa datang menyaksikan. Ini sesuai anjuran pemerintah dalam upaya mengantisipasi Covid 19," jelasnya.         

Latihan di Indoor itu, diakui Dadang, memang tidak maksimal. Makanya, dia akan mengajukan pembalian fasilitas virtual trainning dan juga peralatan gym untuk menunjang program latihan baik nomor Track maupun BMX. 

"Peralatan virtual trainning itu sudah digunakan pebalap sepeda dunia khusus nomor Track yang  menjalani latihan indoor.  Keberadaan virtual trainning itu bukan hanya bisa  menghilangkan kejenuhan tetapi juga mendukung peningkatan prestasi para pebalap khusus nomor Track," ujarnya. 

"Dengan peralatan virtual trainning yang terkoneksi dengan internet itu para pebalap track bisa mengikuti program latihan seperti dijalankan pebalap luar negeri dan juga bisa mengikuti lomba-lomba yang ada. Hanya saja. kita tinggal memilih lomba mana yang diikuti sesuai kemampuan pebalap pelatnas Olimpiade. Lomba itu punya level A hingga E," tambahnya. 

Sedangkan pengajuan pembelian peralatan gym untuk pebalap nomor Track dan BMX itu, kata Dadang, memang harus dilakukan. Pasalnya, area gym baik di Malang maupun Banyuwangi sudah tidak beroperasi di tengah Covip 19.  

"Kita sangat membutuhkan peralatan  gym karena selama ini menggunakan gym yang ada di Malang dan Banyuwani. Peralatan itu kan bisa digunakan secara bergantian para pebalap pelatnas Olimpiade baik nomor Track maupun BMX," ujarnya lagi. ***

wwwwww