Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
18 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
11 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
11 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
12 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
17 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Pertanian Unsur Penting di Tengah Pandemi Covid-19, DPD Minta Anggaran Kementan Tak Dipotong

Pertanian Unsur Penting di Tengah Pandemi Covid-19, DPD Minta Anggaran Kementan Tak Dipotong
Wakil Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin. (Foto: Ist./DPD RI)
Kamis, 16 April 2020 18:51 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, mengusulkan agar kebijakan pengurangan postur anggaran terhadap Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai bagian penanganan wabah virus Covid-19 dapat ditinjau ulang untuk dicabut.

Sultan menegaskan, hal itu penting agar tidak timbul gejolak sosial maupun ekonomi lantaran produktifas dunia pertanian yang terganggu akibat berkurangnya dukungan anggaran yang memadai.

Sultan khawatir, pengurangan postur anggaran terhadap Kementerian Pertanian (Kementan) akan berdampak pada produktifitas dan menstimulasi lonjakan harga.

"Jadi agar harga tidak melonjak, tetap bisa terjangkau, terus juga petani di desa tetap mampu panen produktif dan pupuknya tersedia, itu semua kan butuh dukungan anggaran memadai," ujar Sultan dalam pernyataan tertulis yang diterima GoNews.co, Kamis (16/4/2020).

Di tengah situasi pandemi Corona/Covid-19 ini, kata Sultan, justru pertanian merupakan penopang penting supaya masyarakat tidak tambah sulit ekonominya dan dapat memenuhi kebutuhan pangannya.

"Kalau anggaran dikurangi, bakal pengaruh juga ke kemampuan batas menyediakan jumlah pangan," tegas Sultan.

Diketahui, Presiden Jokowi telah menetapkan keputusan pengurangan postur anggaran kementerian dan lembaga pemerintah non-kementerian tahun 2020 guna kepentingan penanganan pandemi wabah virus Covid-19.

Kebijakan itu dilakukan melalui regulasi Peraturan Presiden RI Nomor 54 Tahun 2020 tentang Perubahan Postur dan Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2020.

Kementan menjadi salah satu istansi pemerintah yang terdampak pemangkasan anggaran sebesar Rp 3,612 triliun. Dari sebelumnya anggaran Kementan adalah Rp 21,055 triliun menjadi Rp 17,442 triliun.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Nasional, Ekonomi
wwwwww