Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
11 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
11 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
12 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Pihak Istana Buka Suara Soal Prediksi Setengah Miliar Orang Jatuh Miskin Akibat Pandemi Corona

Pihak Istana Buka Suara Soal Prediksi Setengah Miliar Orang Jatuh Miskin Akibat Pandemi Corona
Ilustrasi.
Sabtu, 18 April 2020 23:34 WIB
JAKARTA - Dampak penyebaran virus Corona mendatangkan malapetaka pada ekonomi dunia. Kejadian ini dapat mendorong sekitar setengah miliar orang jatuh ke jurang kemiskinan.

Berdasarkan hasil riset Oxfam, organisasi nirlaba asal Inggris ini menyebut setengah miliar orang ini berasal dari seluruh penjuru dunia, termasuk di East Asia dan Pasific, Asia Selatan.

Pelaksana tugas Deputi III Kantor Stap Presiden (KSP), Panutan Sulendrakusuma menyebut menurunnya perekonomian dunia menjadi salah satu penyebabnya.

"Pandemi Covid-19 ini menyebabkan perekonomian dunia mengalami kontraksi yang sangat dalam di tahun 2020," kata Panutan seperti dilansir GoNews.co dari Detik.com, di Jakarta, Sabtu (18/4/2020).

Untuk Indonesia, Panutan mengatakan pertumbuhan ekonomi nasional banyak yang memproyeksikan bermacam-macam skenario. Hanya saja, ketidakpastian yang berasal dari sektor kesehatan ini telah berdampak kepada 1,5 juta pekerja per 11 April 2020. di mana sekitar 10% terkena PHK dan 90% dirumahkan.

Dari data tersebut berpotensi masuk ke dalam garis kemiskinan. Apalagi pemerintah sudah mengumumkan adanya potensi penambahan jumlah orang miskin sekitar 1,1 juta orang hingga 3,78 juta orang. Penambahan itu berdasarkan skenario-skenario yang dibuat pemerintah akibat dampak Covid-19.

Untuk menanggulangi hal tersebut, Panutan mengungkapkan pemerintah akan melakukan beberapa upaya, seperti mempercepat belanja negara dan mendorong program padat karya. Selanjutnya, memperluas belanja dengan menambah manfaat bantuan sosial (bansos) seperti Kartu Sembako, hingga insentif di sektor pariwisata.

Upaya selanjutnya, dikatakan Panutan adalah menjaga daya beli masyarakat dan memberikan kemudahan kegiatan ekspor dan impor. Salah satunya dengan memberikan keringan pembayaran pajak.

"Presiden memerintahkan agar dilaksanakan secepatnya dan tepat sasaran, by name by address," ungkap dia.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:detik.com
Kategori:DKI Jakarta, Voli, Ekonomi, Olympic
wwwwww