Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
24 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
17 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
16 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
17 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
17 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
15 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Home  /  Berita  /  Beladiri

Tindak Kriminalitas Kian Marak di Saat Pandemi Corona, Pegiat Medsos Sarankan Polisi Patroli 24 Jam

Tindak Kriminalitas Kian Marak di Saat Pandemi Corona, Pegiat Medsos Sarankan Polisi Patroli 24 Jam
Selasa, 21 April 2020 00:19 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pegiat Medsos Darmansyah mengaku prihatin dengan ramainya unggahan kriminalitas di media sosial.

Salahsatu contohnya, yang bikin Darmansyah ketar-ketiryang munculnya video tindakan kriminal seperti perampokan di Alfamart Duren Sawit, dan video pelaku penjambretan handphone di Cakung yang ditembaki Tim Rajawali Polres Jakarta Timur, itu memang benar terjadi.

Menurutnya, belum ada video atau gambar hoax yang viral di media sosial tentang perampokan atau kejahatan lainnya. Sehingga ia memandang bahwa kejadian tindak kriminal dalam situasi pandemi ini dimanfaatkan oleh oknum tertentu karena minimnya pengawasan dari pihak kepolisian.

“Dua kasus tersebut, menurut saya lantaran pelaku kejahatan memanfaatkan situasi dimana jalanan sepi karena warga banyak di rumah aja selama masa PSBB. Ditambah lagi, minimnya patroli polisi di tempat-tempat rawan terjadi aksi kejahatan,” ujarnya di Jakarta, Senin (20/4/2020).

Ia menyarankan bahwa selama PSBB ini, polisi bisa lebih giat berpatroli di perkampungan, khususnya tempat-tempat sering terjadi pembegalan seperti Fly Over Bandengan perbatasan wilayah hukum Polsek Metro Penjaringan dan Polsek Tambora.

"Kalau bisa, polisi melakukan patroli minimal 1-2 jam sekali untuk mencegah terjadinya kejahatan. Bila perlu aplusan selama 24 jam bergantian. Karena selama ini yang terlihat selama masa PSBB, setiap pukul 22.00 WIB, polisi hanya berpatroli bersama Satpol PP untuk mengimbau warga pulang ke rumah masing-masing atau jangan berkumpul," tandasnya.

Ia menegaskan bahwa warga berharap selama PSBB, polisi lebih giat berpatroli dengan menggunakan mobil patroli memasuki perkampungan untuk mencegah aksi perampokan dan pencurian kendaraan bermotor.***

wwwwww