Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
20 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
20 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
20 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
20 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
5
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
6
MA Batalkan Suket Gibran, Mulyanto Minta DPR Segera Bentuk Pansus
Nasional
21 jam yang lalu
MA Batalkan Suket Gibran, Mulyanto Minta DPR Segera Bentuk Pansus
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Program Berkat Jamin Pendapatan Minimum Driver Gojek Rp 70.000 per Hari

Program Berkat Jamin Pendapatan Minimum Driver Gojek Rp 70.000 per Hari
Ilustrasi: Ist.
Jum'at, 24 April 2020 22:33 WIB
JAKARTA - Gojek meluncurkan Program Berkat untuk para mitra drivernya di Jabodetabek mulai Jumat (24/4/2020), bertepatan dengan 1 Ramadhan 1441 H.

Program ini, mengganti skema intensif agar driver Gojek lebih mudah meraih pendapatan minimum di tengah pandemi Corona/Covid-19. Dengan Program Berkat, Driver yang bekerja sejak pukul 08.00 WIB hingga 20.00 WIB, dijamin meraih pendapatan sebanyak Rp 70.000.

"Syaratnya, poin minimal 6. Jadi kalau kita online dari jam 8 pagi sampai jam 8 malem, dapet misalnya 40.000, ya kantor nambahin Rp 30.000 supaya genap Rp 70.000," kata Johan, driver Gojek Tangsel kepada wartawan, Jumat (24/4/2020) malam.

6 poin itu, kata Johan, bisa didapat dengan 4 kali mengerjakan order GoFood. "4 order kan berarti sekitar Rp 40 ribuan,".

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kata Johan, memang memangkas pendapatan driver Gojek. "Sebelum PSBB, order memang udah makin sepi, mungkin karena terlalu banyak driver. 1 jam 1 order lah masuk. Nah, skr makin parah,".

Tangsel, kata Johan, belum lama menerapkan PSBB. Ia belum mengetahui soal ada atau tidaknya bantuan ekonomi untuk masyarakat Tangsel dari Pemerintah.

"Saya pikir kita semua sama, maunya bencana ini segera berakhir," tutup Johan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Ekonomi, PON
wwwwww