Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
19 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
13 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
13 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
13 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
14 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
19 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Home  /  Berita  /  Olympic

Semangat Anak-anak Bangunkan Warga Sahur Perdana di Tengah Pandemi Corona

Semangat Anak-anak Bangunkan Warga Sahur Perdana di Tengah Pandemi Corona
Jum'at, 24 April 2020 02:30 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Tepat pukul 02.00 WIB, suara tetabuhan dari barang bekas seperti ember, galon air, baskom dan sedikit bunyi kricikan tutup botol bekas, memecah kesunyian.

Tetabuhan tersebut ternyata berasal dari jalanan di komplek perumahan warga di sekitar Jalan Keramat, Pangkalan Jati, Cinere, Depok. Tampak bocah-bocah tanggung sedang asik memainkan instrumen musik dari barang bekas yang mereka bawa.

Meski hanya hitungan jari, anak-anak ini tampak semangat memainkan musik sambil sesekali berteriak "Bangun... Bangun".

"Ayo Sahur....sahur," teriak mereka. Anak-anak ini tampak ceria. Tak ada raut wajah takut, maupun cemas disaat daerahnya sedang berstatus PSBB yang diterapkan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

Begitulah gambaran semangat membara bocah-bocah polos membangunkan warga untuk sahur perdana di tengah badai Corona, Jumat (24/4/2020).

"Ayo sahur bang... besok kita puasa biar hilang itu corona," teriak Acil, sambil menabuh galon air yang Ia ikat dengan kain sarung di badanya.

Mereka mengaku akan tetap membangunkan warga, untuk menjaga tradisi di wilayahnya saat jelang sahur tiba. "Cuma sekarang ini yang ikut sedikit bang, teman-teman kebanyakan takut Corona," cerita Acil.

Bagi mereka, budaya membangunkan sahur harus tetap jalan. Karena, bagi mereka budaya membangunkan sahur di daerahnya sudah ada sejak beberapa waktu yang lalu.

Kadang mereka engan juga menggunakan kaleng drum berukuran besar, kaleng drum plastik, botol sirup dan obor untuk aksi bangunin warga. mereka keliling kampung dimulai sejak pukul 02.00 pagi hingga pukul 03.00 pagi.

"Kami biasanya mulai keliling sejak pukul 02.00 pagi menggunakan gerobak membangunkan warga di kampung kami untuk sahur,"

Alunan irama yang dihasilkan dari bunyi-bunyian drum kaleng dan plastik serta sejumlah alat lainnya, selama ini dianggap efektif membangunkan warga.

“Musik yang dimainkan bervariasi, mulai dari nada yang berirama cepat hingga lambat, kadang solawatan, kadang juga dangdutan bang," pungkasnya.***

wwwwww