Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pecat Direksi dan Tuding Pengisi Kajian Ramadan Radikal, PT Pelni Minta Maaf
Peristiwa
8 jam yang lalu
Pecat Direksi dan Tuding Pengisi Kajian Ramadan Radikal, PT Pelni Minta Maaf
2
Talk Coffee Solusi Tempat Nongkrong Baru di Depok, Monica: Bismillah Kita Jalan
Ekonomi
23 jam yang lalu
Talk Coffee Solusi Tempat Nongkrong Baru di Depok, Monica: Bismillah Kita Jalan
3
Dirut RSUD Arifin Achmad Klaim Tak Minta Biaya Dedek Bayi Pengidap Omfalokel
Umum
23 jam yang lalu
Dirut RSUD Arifin Achmad Klaim Tak Minta Biaya Dedek Bayi Pengidap Omfalokel
4
Abraham Cetak 20 Angka, Prawira Tundukkan West Bandits
Olahraga
23 jam yang lalu
Abraham Cetak 20 Angka, Prawira Tundukkan West Bandits
5
Dragan Djukanovic Tunggu Keputusan Manajemen
Sepakbola
8 jam yang lalu
Dragan Djukanovic Tunggu Keputusan Manajemen
6
Persebaya Siap Ladeni Permainan Terbuka Persib
Sepakbola
21 jam yang lalu
Persebaya Siap Ladeni Permainan Terbuka Persib
Home  /  Berita  /  DPR RI

Legislator Buka Pertimbangan Beli Ventilator Selain dari AS

Legislator Buka Pertimbangan Beli Ventilator Selain dari AS
Ventilator untuk membantu pernapasan pasien Corona/Covid-19. (Ilustrasi: Ist.)
Minggu, 26 April 2020 13:55 WIB
JAKARTA - "Kalau memang membeli, tidak ada salahnya juga mencari di negara lain. Mana yang paling cepat, itu yang didatangkan ke Indonesia," kata Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay.

Wakil ketua fraksi PAN itu mengakui bahwa kebutuhan ventilator ini memang sangat mendesak untuk penanganan pasien covid-19 di Indonesia, sebagaimana "(diungkap, Red) oleh kementerian kesehatan dalam rapat terakhir bersama komisi IX minggu lalu,".

Pandangan Saleh, menyusul adanya tawaran bantuan yang dijanjikan Donald Trump. Tapi Saleh mengingatkan agar Indonesia cermat bahwa Amerika sendiri sangat memerlukan ventilator di negaranya, meskipun per April kemarin, Enam perusahaan yakni, General Electric Co, Hill-Rom Holdings Inc, Medtronic Plc, Resmed Inc, Royal Philips N.V. dan Vyaire Medical Inc. diminta Trump untuk memproduksi ventilator.

Fakta bahwa penyebaran virus corona di AS sudah mencapai 938.154 orang dan korban meninggal dunia sudah mencapai 53.755 orang, kata Saleh, harus dicermati.

"Kalau kesan yang saya tangkap dari pernyataan pejabat AS, Indonesia akan dibantu bersama beberapa negara Amerika Latin lainnya. Namun, negara-negara tersebut tetap membayar sesuai dengan harga yang ditetapkan. Ini wajar sebab produsen ventilator tersebut adalah perusahaan swasta yang tentu membutuhkan biaya operasional dan produksi," kata Saleh.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Politik, Nasional, DPR RI, Kesehatan, DKI Jakarta
wwwwww