Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
13 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
15 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
10 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
22 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
5
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Sepakbola
22 jam yang lalu
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Home  /  Berita  /  Kriminal

Legislator Buka Pertimbangan Beli Ventilator Selain dari AS

Legislator Buka Pertimbangan Beli Ventilator Selain dari AS
Ventilator untuk membantu pernapasan pasien Corona/Covid-19. (Ilustrasi: Ist.)
Minggu, 26 April 2020 13:55 WIB
JAKARTA - "Kalau memang membeli, tidak ada salahnya juga mencari di negara lain. Mana yang paling cepat, itu yang didatangkan ke Indonesia," kata Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay.

Wakil ketua fraksi PAN itu mengakui bahwa kebutuhan ventilator ini memang sangat mendesak untuk penanganan pasien covid-19 di Indonesia, sebagaimana "(diungkap, Red) oleh kementerian kesehatan dalam rapat terakhir bersama komisi IX minggu lalu,".

Pandangan Saleh, menyusul adanya tawaran bantuan yang dijanjikan Donald Trump. Tapi Saleh mengingatkan agar Indonesia cermat bahwa Amerika sendiri sangat memerlukan ventilator di negaranya, meskipun per April kemarin, Enam perusahaan yakni, General Electric Co, Hill-Rom Holdings Inc, Medtronic Plc, Resmed Inc, Royal Philips N.V. dan Vyaire Medical Inc. diminta Trump untuk memproduksi ventilator.

Fakta bahwa penyebaran virus corona di AS sudah mencapai 938.154 orang dan korban meninggal dunia sudah mencapai 53.755 orang, kata Saleh, harus dicermati.

"Kalau kesan yang saya tangkap dari pernyataan pejabat AS, Indonesia akan dibantu bersama beberapa negara Amerika Latin lainnya. Namun, negara-negara tersebut tetap membayar sesuai dengan harga yang ditetapkan. Ini wajar sebab produsen ventilator tersebut adalah perusahaan swasta yang tentu membutuhkan biaya operasional dan produksi," kata Saleh.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Metropolitan, Nasional, Kriminal, SEA Games, DKI Jakarta
wwwwww