Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
2
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
Kesehatan
17 jam yang lalu
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
3
Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
4
Gus Jazil Minta Pemerintah Selamatkan Lembaga Pendidikan Swasta
Pendidikan
18 jam yang lalu
Gus Jazil Minta Pemerintah Selamatkan Lembaga Pendidikan Swasta
5
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Pemerintahan
6 jam yang lalu
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Home  /  Berita  /  DPR RI

Legislator Buka Pertimbangan Beli Ventilator Selain dari AS

Legislator Buka Pertimbangan Beli Ventilator Selain dari AS
Ventilator untuk membantu pernapasan pasien Corona/Covid-19. (Ilustrasi: Ist.)
Minggu, 26 April 2020 13:55 WIB
JAKARTA - "Kalau memang membeli, tidak ada salahnya juga mencari di negara lain. Mana yang paling cepat, itu yang didatangkan ke Indonesia," kata Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay.

Wakil ketua fraksi PAN itu mengakui bahwa kebutuhan ventilator ini memang sangat mendesak untuk penanganan pasien covid-19 di Indonesia, sebagaimana "(diungkap, Red) oleh kementerian kesehatan dalam rapat terakhir bersama komisi IX minggu lalu,".

Pandangan Saleh, menyusul adanya tawaran bantuan yang dijanjikan Donald Trump. Tapi Saleh mengingatkan agar Indonesia cermat bahwa Amerika sendiri sangat memerlukan ventilator di negaranya, meskipun per April kemarin, Enam perusahaan yakni, General Electric Co, Hill-Rom Holdings Inc, Medtronic Plc, Resmed Inc, Royal Philips N.V. dan Vyaire Medical Inc. diminta Trump untuk memproduksi ventilator.

Fakta bahwa penyebaran virus corona di AS sudah mencapai 938.154 orang dan korban meninggal dunia sudah mencapai 53.755 orang, kata Saleh, harus dicermati.

"Kalau kesan yang saya tangkap dari pernyataan pejabat AS, Indonesia akan dibantu bersama beberapa negara Amerika Latin lainnya. Namun, negara-negara tersebut tetap membayar sesuai dengan harga yang ditetapkan. Ini wajar sebab produsen ventilator tersebut adalah perusahaan swasta yang tentu membutuhkan biaya operasional dan produksi," kata Saleh.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Politik, Nasional, DPR RI, Kesehatan, DKI Jakarta

wwwwww