Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
21 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
15 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
13 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
14 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
22 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  PON

Tak Mau Makan Makanan Gratis, Wanita Miskin Ini Tolak Sembako Bantuan Pemerintah Pusat

Tak Mau Makan Makanan Gratis, Wanita Miskin Ini Tolak Sembako Bantuan Pemerintah Pusat
Salomi Malaka menolak bantuan sembako dari pemerintah pusat yang diantarkan ke rumahnya. (kompas.com)
Sabtu, 02 Mei 2020 05:25 WIB
ALOR - Banyak orang berharap dapat bantuan sembako dari pemerintah. Bahkan ada yang tergolong ekonominya baik, tidak malu mengaku miskin agar bisa mendapatkan sembako gratis tersebut.

Berbeda dengan Salami Malaka, wanita yang tercatat masuk kelompok warga prasejahtera alias miskin di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini justru kukuh menolak bantuan sembako dari pemerintah pusat.

Video Salomi Malaka menolak sembako bantuan dari pemerintah pusat itu pun beredar luas luas di media sosial.

Dikutip dari Kompas.com, Salomi berkeras menolak bantuan sembako karena ingin berusaha sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

''Saya harus usaha sendiri. Tuhan sudah kasih saya 10 jari dipakai untuk usaha. Itu yang saya tidak mau, tidak ada alasan lain,'' kata Salomi.

Salomi lantas kembali menjelaskan kepada petugas bahwa dia tidak mau makan makanan yang gratis.

Koordinator Daerah Kabupaten Alor untuk Program Sembako, Nazamuddin Syain mengatakan, Salomi memang menolak sembako yang rencananya akan diberikan. Padahal, Salomi masuk kategori keluarga miskin di Kabupaten Alor.

Nazzamudin menjelaskan, awalnya dia bersama perangkat Desa Lembur, tenaga kesejahteraan sosial Kecamatan Alor Tengah Utara, pendamping PKH Alor Tengah Utara, dan juga petugas Bansos dari Bank BRI, mendatangi kediaman Salomi.

Kedatangan mereka untuk mendistribusikan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Desa Lembur.

Program KKS diberikan dalam bentuk bantuan sembako dari pemerintah melalui Kementerian Sosial RI.

Dari sekian banyak nama yang ada, beberapa orang tidak hadir untuk mengambil KKS, termasuk Salomi.

''Akhirnya kami datang dan bertemu dengan Ibu Salomi untuk memberikan penjelasan secara langsung terkait program sembako di tengah pandemi Covid-19,'' jelas Nazamuddin.

''Kami sempat memaksa beliau untuk memanfaatkan bantuan ini. Namun, beliau secara tegas tetap menolak,'' sambungnya.

Akhirnya para petugas hanya bisa memberikan masker untuk Salomi agar digunakan ketika berkebun atau keluar rumah untuk belanja kebutuhan pokok.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Olympic, PON
wwwwww