Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa 'Ambyarrr'
DPR RI
19 jam yang lalu
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa Ambyarrr
2
Seiring 'New Normal', Portal Akses 'Pemicu Konflik' Baiknya Dibuka
Lingkungan
12 jam yang lalu
Seiring New Normal, Portal Akses Pemicu Konflik Baiknya Dibuka
3
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
Politik
19 jam yang lalu
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
4
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di 'Pangong Lake'
Internasional
20 jam yang lalu
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di Pangong Lake
5
Tak Setuju 'New Normal'? Ini Pesan Hergun...
DPR RI
13 jam yang lalu
Tak Setuju New Normal? Ini Pesan Hergun...
6
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
Internasional
21 jam yang lalu
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Dibawa Ibunya Hajatan, Bayi 40 Hari Meninggal Sesak Napas, Dimakamkan Sesuai SOP Covid-19

Dibawa Ibunya Hajatan, Bayi 40 Hari Meninggal Sesak Napas, Dimakamkan Sesuai SOP Covid-19
Ilustrasi jasad bayi. (int)
Minggu, 03 Mei 2020 08:12 WIB
KUDUS - Seorang bayi berusia 40 hari meninggal dunia karena mengalami sesak napas setelah dibawa ibunya ke acara hajatan.

Dikutip dari Kompas.com, bayi berstatus pasien dalam pengawaan (PDP) meninggal dunia di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah, Senin (27/4/2020).

Bayi itu berbaur dengan banyak orang saat dibawa ibunya menghadiri hajatan di desanya.

Juru bicara pencegahan dan pengendalian Covid-19 Kabupaten Kudus Andini Aridewei menjelaskan, ada sejumlah orang yang memiliki riwayat perjalanan ke zona merah Covid-19 di acara hajatan itu.

''Selain sesak napas, bayi ini punya riwayat kontak dengan banyak orang,'' tutur dia.

Usai menghadiri hajatan, bayi itu mengalami sakit dengan gejala mengarah ke Covid-19.

Ia sempat dirawat di Puskesmas Gondosari sebelum dirujuk ke RSUD Loekmono Hadi Kudus.

''Sempat ditangani di RSUD dr Loekmono Hadi. Meninggal dunia karena sesak napas,'' kata Andini.

Bayi tersebut dimakamkan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemulasaraan pasien terinfeksi Covid-19.

Lakukan Pelacakan

Meski belum dipastikan terjangkit Covid-19 atau tidak, Dinas Kesehatan Kudus melakukan upaya pelacakan (tracing).

''Belum di-swab. Kami masih tracing ke orangtua dan siapa saja yang kontak dengan bayi tersebut,'' kata Andini.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, kasus di Kabupaten Kudus, hingga Selasa (28/4/2020) ada 19 kasus pasien positif Covid-19. Dengan jumlah PDP 75 orang dan ODP 146 orang. ***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Kesehatan

wwwwww