Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
19 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
18 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
23 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
19 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  SEA Games

Dibawa Ibunya Hajatan, Bayi 40 Hari Meninggal Sesak Napas, Dimakamkan Sesuai SOP Covid-19

Dibawa Ibunya Hajatan, Bayi 40 Hari Meninggal Sesak Napas, Dimakamkan Sesuai SOP Covid-19
Ilustrasi jasad bayi. (int)
Minggu, 03 Mei 2020 08:12 WIB
KUDUS - Seorang bayi berusia 40 hari meninggal dunia karena mengalami sesak napas setelah dibawa ibunya ke acara hajatan.

Dikutip dari Kompas.com, bayi berstatus pasien dalam pengawaan (PDP) meninggal dunia di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah, Senin (27/4/2020).

Bayi itu berbaur dengan banyak orang saat dibawa ibunya menghadiri hajatan di desanya.

Juru bicara pencegahan dan pengendalian Covid-19 Kabupaten Kudus Andini Aridewei menjelaskan, ada sejumlah orang yang memiliki riwayat perjalanan ke zona merah Covid-19 di acara hajatan itu.

''Selain sesak napas, bayi ini punya riwayat kontak dengan banyak orang,'' tutur dia.

Usai menghadiri hajatan, bayi itu mengalami sakit dengan gejala mengarah ke Covid-19.

Ia sempat dirawat di Puskesmas Gondosari sebelum dirujuk ke RSUD Loekmono Hadi Kudus.

''Sempat ditangani di RSUD dr Loekmono Hadi. Meninggal dunia karena sesak napas,'' kata Andini.

Bayi tersebut dimakamkan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemulasaraan pasien terinfeksi Covid-19.

Lakukan Pelacakan

Meski belum dipastikan terjangkit Covid-19 atau tidak, Dinas Kesehatan Kudus melakukan upaya pelacakan (tracing).

''Belum di-swab. Kami masih tracing ke orangtua dan siapa saja yang kontak dengan bayi tersebut,'' kata Andini.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, kasus di Kabupaten Kudus, hingga Selasa (28/4/2020) ada 19 kasus pasien positif Covid-19. Dengan jumlah PDP 75 orang dan ODP 146 orang. ***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:SEA Games
wwwwww