Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
21 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
2
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
Ekonomi
23 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
3
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
MPR RI
16 jam yang lalu
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
4
Sumbangkan Gaji dan THR untuk Covid-19, Dua TNI AL Diganjar Penghargaan dari Pimpinan MPR
Peristiwa
23 jam yang lalu
Sumbangkan Gaji dan THR untuk Covid-19, Dua TNI AL Diganjar Penghargaan dari Pimpinan MPR
5
Sepasang PNS Bukan Suami-Istri Pingsan Tanpa Busana dalam Mobil di Pinggir Jalan
Peristiwa
19 jam yang lalu
Sepasang PNS Bukan Suami-Istri Pingsan Tanpa Busana dalam Mobil di Pinggir Jalan
6
Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
Politik
8 jam yang lalu
Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
Home  /  Berita  /  DPR RI

TV Edukasi Kemendikbud 'Tenggelam': Segera Gandeng TVRI dan Gerakkan Relawan

TV Edukasi Kemendikbud Tenggelam: Segera Gandeng TVRI dan Gerakkan Relawan
Ilustrasi relawan guru di daerah 3T. (Foto: Dok. Ey.Moveon)
Minggu, 03 Mei 2020 11:12 WIB
JAKARTA - Komisi X DPR, Zainuddin Maliki, mengungkap bahwa hanya 6.5% siswa yang berada di 3T yang belajar dari rumah bersama TV Edukasi. Sementara, ada 52% siswa 3T belajar dengan menonton saluran TVRI.

"Kemdikbud harus 'menyewa' TVRI untuk menyelenggarakan paket belajar dari rumah. Di sini Kemdikbud sedikit banyak terbantu melayani siswa yang kesulitan akses Internet," kata Zainuddin kepada wartawan Minggu (3/5/2020).

Tapi keterbatasan TVRI juga harus ditimbang; Kuota yang mungkin tersedia untuk TV Edukasi mungkin terbatas karena harus dibagi dengan program-program regular TVRI itu sendiri; Dan, LPP TVRI juga tidak punya tenaga khusus yang kompeten secara pedagogis.

"Hal ini berisiko lamban mengontrol munculnya penayangan pembelajaran yang bergeser dari tujuan pendidikan. Misalnya, bisa terselingi oleh paket iklan yang kontennya bertolak belakang dengan pendidikan anak-anak," kata Zainuddin.

Dari luasnya daerah-daerah 3T, kata Zainuddin, masih ada daerah yang tak bisa mengakses TV Edukasi dan juga TVRI, sementara siswa disana juga berhak mendapat pendidikan.

"Oleh karena itu Kemdikbud harus merekrut relawan dari guru-guru penggerak untuk mendatangi rumah-rumah siswa. Guru itu bisa diorganisir dalam satu gugus tugas layanan pendidikan khusus siswa terisolir di tengah wabah covid-19. Dibekali APD yang lengkap, transport dan insentif," kata Zainuddin.

Metode berbasis proyek atau yang dikenal dengan project based learning approach, kata Zainuddin, bisa diterapkan sehingga interaksi dengan siswa tidak perlu memakan waktu lama. Cukup sepuluh hingga 15 menit guru jelaskan proyek yang harus dilakukan siswa.

Hasil proyek yang dikerjakan siswa akan ditagih pada kunjungan pekan berikutnya. Dari tagihan itu, guru harus memperoleh portofolio atau rekam jejak siswa selama sepekan, yang evaluasinya dilakukan secara integrated.

Gunakan media by utility. Pelajaran biologi misalnya, siswa bisa diminta cari, kenali dan ambil tindakan yang seharusnya terhadap perilaku species atau flora dan fauna yang ada di sekitar rumahnya. Dari situ bisa dilihat hardskill seperti pengetahuan siswa tentang alam, penguasaan bahasa dan aspek ilmu pengetahuan terkait lainnya.

Lebih dari itu, berdasarkan protofolio tersebut dapat juga dievaluasi softskill seperti kesungguhan, kemauan, kerapian, kreatifitas dan cara siswa menyelesaikan kesulitan menyelesaikan proyeknya.

"Oleh karena itu Kemdikbud jangan buang waktu. Segera gerakkan relawan. Layani pembelajaran siswa di daerah terisolasi. Datangi mereka. Mereka juga berhak mendapatkan layanan terbaik dari pemerintah di tengah wabah covid-19," pungkas Zainuddin.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, DPR RI, Nasional, Pendidikan

wwwwww