Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa 'Ambyarrr'
DPR RI
19 jam yang lalu
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa Ambyarrr
2
Seiring 'New Normal', Portal Akses 'Pemicu Konflik' Baiknya Dibuka
Lingkungan
11 jam yang lalu
Seiring New Normal, Portal Akses Pemicu Konflik Baiknya Dibuka
3
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
Politik
18 jam yang lalu
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
4
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di 'Pangong Lake'
Internasional
20 jam yang lalu
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di Pangong Lake
5
Tak Setuju 'New Normal'? Ini Pesan Hergun...
DPR RI
13 jam yang lalu
Tak Setuju New Normal? Ini Pesan Hergun...
6
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
Internasional
21 jam yang lalu
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
Home  /  Berita  /  Nasional

Cegah 500 TKA China Masuk, Tim Gabungan Jaga Ketat Perbatasan Kendari

Cegah 500 TKA China Masuk, Tim Gabungan Jaga Ketat Perbatasan Kendari
Aparat gabungan berjaga di perbatasan Kota Kendari arah Bandara Halualeo, Ahad (3/5/2020) pagi. (sindonews.com)
Minggu, 03 Mei 2020 12:09 WIB
KENDARI - Tim gabungan menjaga ketat perbatasan Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, untuk mencegah masuknya 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China yang akan didatangkan pemerintah pusat.

Dikutip dari sindonews.com, pada Ahad (3/5/2020) pagi petugas gabungan yang terdiri dari TNI/Polri dan Dishub serta Pol PP memperketat penjagaan perbatasan pintu gerbang masuk Kota Kendari arah dari Bandara Haluoleo.

Penjagaan ini dilakukan pasca menguatnya kabar pemerintah pusat akan memasukkan 500 TKA asal China di wilayah Sulawesi Tenggara untuk bekerja pada salah satu pabrik pemurnian nikel di Morosi, Konawe, Sulteng.

Satu persatu kendaraan yang lewat di perbatasan diperiksa petugas TNI - Polri dan Dinas Perhubungan Kota Kendari.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengatakan, dirinya menolak tegas rencana kedatangan ratusan TKA asal China di tengah pandemi Covid-19.

''Hal ini berdasarkan desakan dari masyarakat Kota Kendari yang resah dengan kehadiran warga asal China tersebut, di mana virus corona pertama kali muncul dari negara asal para TKA ini,'' ujar Sulkarnain, Ahad pagi.

''Kita minta agar pemerintah pusat segera menunda pengiriman ratusan tenaga kerja asing ke wilayah Sulawesi Tenggara hingga situasi benar-benar aman dari penyebaran virus corona yang saat ini jumlahnya semakin meningkat setiap harinya,'' tambahnya.

Gubernur dan Ketua DPRD Sultra pun menolak keras kedatangan ratusan TKA yang direncanakan akan masuk pada bulan Mei ini. Pemerintah Provinsi Sultra meminta pemerintah pusat menunda kedatangan TKA sampai situasi kembali normal.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Peristiwa, Nasional

wwwwww