Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Paksakan Pilkada, Sultan: Jika TPS Jadi Klaster Baru Covid-19, KPU harus Tanggungjawab
Politik
24 jam yang lalu
Paksakan Pilkada, Sultan: Jika TPS Jadi Klaster Baru Covid-19, KPU harus Tanggungjawab
2
Pemerintah RI Putuskan tidak Berangkatkan Haji 2020
Peristiwa
23 jam yang lalu
Pemerintah RI Putuskan tidak Berangkatkan Haji 2020
3
Pilkada Rohul, DPP PAN hanya Terbitkan Rekomendasi untuk Erizal-Topan
Politik
22 jam yang lalu
Pilkada Rohul, DPP PAN hanya Terbitkan Rekomendasi untuk Erizal-Topan
4
Klarifikasi, Luhut Tegaskan tidak Punya Akun Twitter
Nasional
23 jam yang lalu
Klarifikasi, Luhut Tegaskan tidak Punya Akun Twitter
5
Fachrul Razi: Pembatalan Pemberangkatan Jamaah Haji Bukan Pertama Kali
Nasional
23 jam yang lalu
Fachrul Razi: Pembatalan Pemberangkatan Jamaah Haji Bukan Pertama Kali
6
Jelang New Normal, DPD RI Serap Aspirasi Tenaga Pendidik DKI Jakarta
DPD RI
21 jam yang lalu
Jelang New Normal, DPD RI Serap Aspirasi Tenaga Pendidik DKI Jakarta
Home  /  Berita  /  MPR RI

Fadil Imran Jadi Kapolda, Jazilul Fawaid Optimistis Jatim Kondusif

Fadil Imran Jadi Kapolda, Jazilul Fawaid Optimistis Jatim Kondusif
Minggu, 03 Mei 2020 18:17 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid optimistis di bawah kendali Kapolda Irjen Pol M Fadil Imran, Jawa Timur bisa kondusif di tengah pandemi Corona atau Covid-19. Jazilul meyakini Fadil Imran bisa menyelesaikan dan mengatasi masalah-masalah ketertiban dan keamanan di Jawa Timur.

"Saya menyampaikan selamat kepada Irjen Pol Fadil Imran, mudah-mudahan sukses dalam menjalankan tugas di Jawa Timur. Irjen Pol Fadil Imran ini memiliki segudang prestasi dan pengalaman selama berkarir di kepolisian mulai dari reserse dan seterusnya sehingga memang layak dan tepat untuk memimpin Jatim," kata Jazilul Fawaid dalam keterangannya, Minggu (3/5/2020).

Sebelum menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur, Fadil Imran adalah Staf Ahli Sosial Budaya (Sahli Sosbud) Kapolri. Fadil Imran menggantikan Kapolda sebelumnya, Irjen Pol Luki Hermawan. Pergantian posisi Kapolda Jatim tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri bernomor ST/1377/KEP/2020.

Sebagai mitra kerja di Komisi III DPR, Jazilul Fawaid mengenal Fadil Imran sebagai sosok yang memiliki gaya Jawa Timur yang lugas, tegas, dan apa adanya. "Artinya beliau mengerti budaya Jawa Timur, dan itu penting untuk menyelesaikan atau mengatasi masalah-masalah ketertiban dan keamanan yang ada di Jawa Timur," tutur politikus asal Bawean, Gresik, Jawa Timur ini.

Jazilul meyakini dengan latar belakang pendidikan akademik yang cukup baik, lulusan Akpol 1991 itu mampu mencari langkah-langkah dan terobosan dari berbagai permasalahan ketertiban dan keamanan di Jawa Timur. “Di tengah pandemi Corona dan dampaknya seperti ini, kita harapkan di bawah Pak Fadil tidak ada gejolak dan masalah serius di Jawa Timur,” katanya.

Politisi PKB ini juga berharap Fadil Imran bisa memetakan dampak Corona baik dampak krisis pangan, sosial, hingga dampak politik yang mungkin timbul menyusul penyelenggaraan Pilkada serentak di 19 kabupaten/kota di Jatim. “Ini harus dipetakan betul oleh Kapolda yang baru. Ini tugas yang tidak ringan di tengah situasi seperti ini. Apalagi nanti akan ada Pilkada sehingga mucul kerawanan-kerawanan. Titik-titik kerawanan yang ada mulai dari persoalan Corona, Pilkada, dan semua proses yang ada di Jawa Timur harus diantisipasi sejak awal,” urainya.

Selain itu Jazil berharap Fadil Imran bisa bekerjasama dan menjalin hubungan yang baik dengan para ulama dan tokoh masyarakat mengingat Jatim merupakan wilayah dengan basis kultural Nahdliyin.

"Jatim merupakan basis ‘hijau’, basis NU, saya sarankan bisa berkomunikasi secara baik dengan para kiai, ulama, dan tokoh-tokoh masyarakat tanpa meninggalkan kelompok-kelompok yang lain. Dan saya yakin Pak Fadil punya cara untuk berkomunikasi. Saya kenal beliau di Komisi III sebagai mitra kerja,” ujarnya.

Jazil juga berharap Kapolda kelahiran Ujung Pandang, Sulawesi Selatan, 14 Agustus 1968 itu bisa menjalankan tugasnya dengan baik selama memimpin Jatim. “Gunakan amanah untuk memimpin Jatim ini sebagai pijakan untuk karir selanjutnya ke depan,” pungkasnya.***


wwwwww