Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
Umum
14 jam yang lalu
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
2
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
6 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
3
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
Hukum
14 jam yang lalu
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
4
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
Ekonomi
9 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
5
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
Kesehatan
12 jam yang lalu
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
6
Ketua MPR Apresiasi Polri, Gagalkan Kembali Peredaran Narkotika Jenis Sabu Hampir Setengah Ton
Hukum
10 jam yang lalu
Ketua MPR Apresiasi Polri, Gagalkan Kembali Peredaran Narkotika Jenis Sabu Hampir Setengah Ton
Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Politikus Demokrat Geram Denny Siregar Serang Almira Yudhoyono

Politikus Demokrat Geram Denny Siregar Serang Almira Yudhoyono
Senin, 04 Mei 2020 20:00 WIB
JAKARTA - Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, angkat bicara soal Denny Siregar yang mengolok Almira Yudhoyono, putri Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono lewat akun Twitternya. Menurutnya, Denny mempertontonkan perilaku tak patut kepada anak kecil yang tak punya motif politik.

"Denny Siregar telah mempertontonkan perilaku tak patut, barbar dan tidak punya kasih kepada anak-anak. Apapun ceritanya tulisan Almira dalam PR sekolahnya, itu adalah tulisan seorang anak kecil yang tak bermotif politik," kata Ferdinand lewat pesan, Senin (4/5).

Dia menuturkan, hal yang dilakukan Almira adalah keluguan seorang anak yang harus dimaknai bahwa tidak memahami tentang politik. Dia bilang, AHY dan istrinya Annisa Pohan sebagai orangtua, sekadar ingin menunjukkan kegiatan dan pemikiran Almira soal Covid-19.

"Bukan untuk menjadikannya alat politik. Tentu orangtua akan bangga jika anaknya mampu mengerjakan sebuah PR dengan dari sekolah dengan baik," ucapnya.

Menurut Ferdinand, Denny Siregar terlalu barbar dan tega menjadikan anak-anak sebagai objek perundungan politik. Dia mendesak Denny Siregar meminta maaf kepada Almira dan menghapus tweetnya.

"Bijaklah, jangan brutal karena politik. Apapun alasannya Denny tidak patut mem-bully anak-anak," ujarnya.

"Saya pikir Komisi Perlindungan Anak perlu menegur Denny Siregar karena ini akan jadi preseden buruk kedepan bila dibiarkan. Ini kekerasan verbal terhadap anak-anak yang tak boleh dibiarkan begitu saja," tambah Ferdinand.

Minta Denny Klarifikasi

Sementara itu, Politikus Demokrat Herman Khaeron menuntut Denny mengklarifikasi pernyataannya. Sebab, dia telah menyerang ranah privasi keluarga SBY.

"Dia sudah menyerang wilayah privasi seseorang harus diklarifikasi," kata dia.

Dia pun mempertanyakan motif yang mendorong Denny sampai mengeluarkan pernyataan demikian. Dengan demikian, publik dapat mengetahuinya.

"Ada motif apa sehingga sejahat itu? Saya kira kalau kepentingan Denny pribadi mungkin tidak ada, ini kan ada muatan kepentingan pihak lain," lanjut dia.
Herman pun menyampaikan pesan khusus kepada denny. Agar menggunakan akal dan pikiran secara positif untuk hal-hal yang baik.

"Kalau sudah ada misi jahat, apapun akan menjadi objek kejelekan. Lebih baik berlomba-lomba dalam kebaikan, gunakan segala akal dan pikiran kita secara positif. Saya sebagai orang tua pun punya kebanggaan kalau anak saya memiliki inisiatif berkarya dan biasa posting di medsos," tandasnya.

Sebelumnya, istri Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Annisa Pohan meradang lewat akun twitter-nya. Lantaran putrinya, Almira Yudhoyono menjadi bahan olok-olokan Denny Siregar.

Cuitan Annisa itu menanggapi cuitan Denny Siregar yang menyentil surat Almira kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar melakukan lockdown dengan berharap tak ada lagi korban yang jatuh.

"Bapak udah. Anak udah juga. Sekarang cucu juga dikerahkan. Kalo ada cicit, cicit juga bisa ikutan minta lockdown," demikian cuitan Denny Siregar yang ditanggapi Annisa.

Menurut Annisa, cuitan tersebut muncul karena Denny Siregar tidak membaca secara utuh berita terkait surat Almira tersebut.

"Teman-teman ini contoh manusia yang tidak membaca isi materi secara utuh. Jelas di situ adalah mengenai Almira yang mendapat tugas dari sekolahnya untuk membuat masukan kepada presiden mengenai memilih tentang lockdown. Dan konten ini adalah tentang hari pendidikan. Anda punya anak ga?" kata Annisa lewat akun twitternya, Senin (4/5).

Tak hanya itu, dia juga mempertanyakan apa peran dan sumbangsih yang telah diberikan oleh Denny Siregar bagi bangsa ini. Denny, lanjut Annisa, hanya melakukan provokasi kepada masyarakat.

"Saya ingin tau apa yg sudah dilakukan oleh @Dennysiregar7 untuk negara ini selain provokasi di social media. abang bisa kasih solusi atau aksi nyata bantu masyarkat dlm kondisi negara sedang susah, atau lebih baik diam dibanding menyerang anak kecil dg konten yg ngawur," lanjut dia.

Tak hanya itu, protes juga dia layangkan ke Presiden Joko Widodo. Kepada Jokowi, dia menegaskan tidak terima Almira yang diperlakukan demikian.

"Pak @jokowi saya sebagai seorang ibu dan warga negara bapak, saya protes thdp tindakan @Dennysiregar7 yang saya dengar seorang simpatisan bapak tapi membawa anak saya yg dibawah umur untuk dijadikan bahan olokan politik dia," tandasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Merdeka.com
Kategori:GoNews Group, Politik, Pemerintahan, Peristiwa, DKI Jakarta

wwwwww