Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
Umum
12 jam yang lalu
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
2
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
Hukum
12 jam yang lalu
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
3
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
4 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
4
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
Ekonomi
7 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
5
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
Kesehatan
10 jam yang lalu
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
6
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Politik
8 jam yang lalu
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Home  /  Berita  /  Nasional

Jokowi Sebut Ada Petugas Bertindak Berlebihan Terhadap Masyarakat Saat PSBB, Ini Contohnya

Jokowi Sebut Ada Petugas Bertindak Berlebihan Terhadap Masyarakat Saat PSBB, Ini Contohnya
Presiden Joko Widodo. (int)
Senin, 04 Mei 2020 20:44 WIB
JAKARTA - Presiden Joko Widodo alias Jokowi menyebutkan dalam penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ada petugas yang bertindak berlebihan terhadap masyarakat.

Dikutip dari Sindonews.com, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, hal itu disampaikan langsung oleh Jokowi dalam rapat terbatas.

''Jadi Bapak Presiden itu mendapatkan informasi dan juga mungkin membaca berita ada beberapa tempat yang melakukan langkah-langkah yang menurut Pak Presiden kurang tepat,'' kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu usai rapat terbatas, Senin (4/5/2020).

Doni mencontohkan adanya pembubaran paksa terhadap warung tenda yang masih buka. Dia mengatakan, menurut Presiden Jokowi tindakan tersebut berlebihan.

''Nah seperti ini kan ya over. Harusnya diingatkan, ini warung silakan buka. Ini semua kejadian sebelum PSBB yang lalu. Kemudian bisa diatur yang semula mungkin kursinya 10 dikurangi jadi 5. Jadi perlu ada komunikasi antara petugas dengan masyarakat yang saat itu mungkin belum memahami aturan yang telah dikeluarkan,'' paparnya.

Sebelumnya saat membuka rapat terbatas, Presiden Jokowi menyoroti daerah yang akan memasuki tahap kedua PSBB. Dia meminta agar daerah-daerah tersebut dievaluasi bagaimana penerapan PSBB-nya. Seperti diketahui saat ini PSBB diberlakukan di 22 kabupaten/kota yang ada di 4 provinsi.

''Saya melihat beberapa kabupaten dan kota telah melewati tahap pertama dan akan masuk tahap kedua. Ini perlu evaluasi. Mana yang penerapannya terlalu over, terlalu kebablasan dan mana yang masih terlalu kendor. Evaluasi ini penting, sehingga kita bisa melakukan perbaikan-perbaikan di kota, kabupaten maupun provinsi yang melakukan PSBB,'' tuturnya.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Nasional, Pemerintahan

wwwwww