Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
21 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
17 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
18 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
14 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
14 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
13 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Nasional

Jokowi Sebut Ada Petugas Bertindak Berlebihan Terhadap Masyarakat Saat PSBB, Ini Contohnya

Jokowi Sebut Ada Petugas Bertindak Berlebihan Terhadap Masyarakat Saat PSBB, Ini Contohnya
Presiden Joko Widodo. (int)
Senin, 04 Mei 2020 20:44 WIB
JAKARTA - Presiden Joko Widodo alias Jokowi menyebutkan dalam penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ada petugas yang bertindak berlebihan terhadap masyarakat.

Dikutip dari Sindonews.com, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, hal itu disampaikan langsung oleh Jokowi dalam rapat terbatas.

''Jadi Bapak Presiden itu mendapatkan informasi dan juga mungkin membaca berita ada beberapa tempat yang melakukan langkah-langkah yang menurut Pak Presiden kurang tepat,'' kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu usai rapat terbatas, Senin (4/5/2020).

Doni mencontohkan adanya pembubaran paksa terhadap warung tenda yang masih buka. Dia mengatakan, menurut Presiden Jokowi tindakan tersebut berlebihan.

''Nah seperti ini kan ya over. Harusnya diingatkan, ini warung silakan buka. Ini semua kejadian sebelum PSBB yang lalu. Kemudian bisa diatur yang semula mungkin kursinya 10 dikurangi jadi 5. Jadi perlu ada komunikasi antara petugas dengan masyarakat yang saat itu mungkin belum memahami aturan yang telah dikeluarkan,'' paparnya.

Sebelumnya saat membuka rapat terbatas, Presiden Jokowi menyoroti daerah yang akan memasuki tahap kedua PSBB. Dia meminta agar daerah-daerah tersebut dievaluasi bagaimana penerapan PSBB-nya. Seperti diketahui saat ini PSBB diberlakukan di 22 kabupaten/kota yang ada di 4 provinsi.

''Saya melihat beberapa kabupaten dan kota telah melewati tahap pertama dan akan masuk tahap kedua. Ini perlu evaluasi. Mana yang penerapannya terlalu over, terlalu kebablasan dan mana yang masih terlalu kendor. Evaluasi ini penting, sehingga kita bisa melakukan perbaikan-perbaikan di kota, kabupaten maupun provinsi yang melakukan PSBB,'' tuturnya.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Nasional, Voli
wwwwww