Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
14 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
17 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
13 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
19 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
19 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Ekonomi

BAZNAS Sediakan 5 'Platform' Digital Pembayaran Zakat, Presiden pun Bayar Zakat secara 'Online'

BAZNAS Sediakan 5 Platform Digital Pembayaran Zakat, Presiden pun Bayar Zakat secara Online
Presiden RI, Joko Widodo. (Foto: Ist.)
Selasa, 12 Mei 2020 18:36 WIB
JAKARTA - Direktur Utama BAZNAS, M Arifin Purwakananta menjelaskan, pihaknya telah menyediakan lima platform media digital yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk membayar zakat.

Pertama, kata Arifin dalam siaran persnya, Selasa (12/5/2020), BAZNAS Platform, yakni melalui situs BAZNAS.

"Kedua, Commercial Platform, yakni mengembangkan kerjasama dengan e-commerce, seperti Lazada, Shopee, Blibli, Elevenia, dan JD.ID. BAZNAS juga bekerja sama dengan layanan Fintech seperti OVO, Gopay, Linkaja, dan lainnya," jelasnya.

Ketiga, Social Media Platform, di mana BAZNAS mendorong iklan dan kampanye melalui sosial media untuk mengajak masyarakat berzakat, seperti Facebook, Twitter, WhatsApp, dan sebagainya. Keempat, Innovative Platform, yakni BAZNAS membuat pelayanan yang sifatnya inovasi yaitu melalui QR code.

Terakhir Artificial Intelligence Platform, di mana BAZNAS dalam berkampanye menggunakan Chatbot pada aplikasi LINE bernama Zavira (Zakat Virtual Assistant) yang dapat ditemui di aplikasi LINE dengan nama akun @baznasindonesia.

"Sesuai arahan MUI dan menjalankan imbauan Kemenag terkait pembayaran zakat fitrah dalam kondisi pandemi, BAZNAS membuka layanan zakat fitrah secara online yakni di web baznas.go.id/zakatfitrah, Kitabisa di kitabisa.com/zakatfitrah, Tokopedia di bit.ly/zakat-fitrah-tokopedia, dan Shopee di bit.ly/zakat-fitrah-shopee. Ini memudahkan para umat muslim yang akan menjalankan kewajiban zakatnya," kata Arifin.

Untuk diketahui, Presiden RI, Joko Widodo, juga membayarkan zakatnya kepada BAZNAS. Presiden juga turut mengajak para muzakki (pemberi zakat) untuk memberikan zakat melalui BAZNAS.

"Supaya lebih aman, lebih teratur, dan lebih tepat penyalurannya. Semoga zakat yang kita keluarkan menyempurnakan ibadah puasa kita dan menyempurnakan ketaatan kita kepada Allah SWT," kata Presiden usai menunaikan pembayaran zakat secara online melalui video conference ke BAZNAS, Selasa (12/5/2020) siang.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Nasional, Ekonomi
wwwwww