Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa 'Ambyarrr'
DPR RI
12 jam yang lalu
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa Ambyarrr
2
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
Politik
11 jam yang lalu
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
3
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
Internasional
14 jam yang lalu
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
4
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di 'Pangong Lake'
Internasional
12 jam yang lalu
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di Pangong Lake
5
DPR RI: 'New Normal' adalah Adaptasi dan Inovasi dalam Pakem Protokol Kesehatan
DPR RI
13 jam yang lalu
DPR RI: New Normal adalah Adaptasi dan Inovasi dalam Pakem Protokol Kesehatan
6
Masih Banyak Daerah Zona Merah, Ketua DPD Desak Pemerintah Kaji Ulang Pilkada di Bulan Desember
Politik
11 jam yang lalu
Masih Banyak Daerah Zona Merah, Ketua DPD Desak Pemerintah Kaji Ulang Pilkada di Bulan Desember
Home  /  Berita  /  Ekonomi

BAZNAS Sediakan 5 'Platform' Digital Pembayaran Zakat, Presiden pun Bayar Zakat secara 'Online'

BAZNAS Sediakan 5 Platform Digital Pembayaran Zakat, Presiden pun Bayar Zakat secara Online
Presiden RI, Joko Widodo. (Foto: Ist.)
Selasa, 12 Mei 2020 18:36 WIB
JAKARTA - Direktur Utama BAZNAS, M Arifin Purwakananta menjelaskan, pihaknya telah menyediakan lima platform media digital yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk membayar zakat.

Pertama, kata Arifin dalam siaran persnya, Selasa (12/5/2020), BAZNAS Platform, yakni melalui situs BAZNAS.

"Kedua, Commercial Platform, yakni mengembangkan kerjasama dengan e-commerce, seperti Lazada, Shopee, Blibli, Elevenia, dan JD.ID. BAZNAS juga bekerja sama dengan layanan Fintech seperti OVO, Gopay, Linkaja, dan lainnya," jelasnya.

Ketiga, Social Media Platform, di mana BAZNAS mendorong iklan dan kampanye melalui sosial media untuk mengajak masyarakat berzakat, seperti Facebook, Twitter, WhatsApp, dan sebagainya. Keempat, Innovative Platform, yakni BAZNAS membuat pelayanan yang sifatnya inovasi yaitu melalui QR code.

Terakhir Artificial Intelligence Platform, di mana BAZNAS dalam berkampanye menggunakan Chatbot pada aplikasi LINE bernama Zavira (Zakat Virtual Assistant) yang dapat ditemui di aplikasi LINE dengan nama akun @baznasindonesia.

"Sesuai arahan MUI dan menjalankan imbauan Kemenag terkait pembayaran zakat fitrah dalam kondisi pandemi, BAZNAS membuka layanan zakat fitrah secara online yakni di web baznas.go.id/zakatfitrah, Kitabisa di kitabisa.com/zakatfitrah, Tokopedia di bit.ly/zakat-fitrah-tokopedia, dan Shopee di bit.ly/zakat-fitrah-shopee. Ini memudahkan para umat muslim yang akan menjalankan kewajiban zakatnya," kata Arifin.

Untuk diketahui, Presiden RI, Joko Widodo, juga membayarkan zakatnya kepada BAZNAS. Presiden juga turut mengajak para muzakki (pemberi zakat) untuk memberikan zakat melalui BAZNAS.

"Supaya lebih aman, lebih teratur, dan lebih tepat penyalurannya. Semoga zakat yang kita keluarkan menyempurnakan ibadah puasa kita dan menyempurnakan ketaatan kita kepada Allah SWT," kata Presiden usai menunaikan pembayaran zakat secara online melalui video conference ke BAZNAS, Selasa (12/5/2020) siang.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, Nasional, Ekonomi

wwwwww