Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
Peristiwa
23 jam yang lalu
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
2
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
Peristiwa
15 jam yang lalu
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
3
Yorrys Raweyai: Pelajaran Penting Kasus George Floyd untuk Papua
Politik
14 jam yang lalu
Yorrys Raweyai: Pelajaran Penting Kasus George Floyd untuk Papua
4
Koma 32 Hari, Bayi Berusia 5 Bulan Sembuh dari Covid-19
Kesehatan
14 jam yang lalu
Koma 32 Hari, Bayi Berusia 5 Bulan Sembuh dari Covid-19
5
Prihatin Kematian George Floyd di Amerika Serikat, Aziz Syamsuddin Minta WNI Tak Ikut Demo
Politik
14 jam yang lalu
Prihatin Kematian George Floyd di Amerika Serikat, Aziz Syamsuddin Minta WNI Tak Ikut Demo
6
Solidaritas dan Kedermawanan Modal Wujudkan Keadilan Sosial
Politik
14 jam yang lalu
Solidaritas dan Kedermawanan Modal Wujudkan Keadilan Sosial
Home  /  Berita  /  Internasional

Pandemi, Jutaan Gadis bisa Menikah Dini

Pandemi, Jutaan Gadis bisa Menikah Dini
Ilsutrasi. (Foto: Ist. via curio.id)
Jum'at, 15 Mei 2020 22:21 WIB
JAKARTA - Pandemi Corona/Covid-19 yang berdampak pada meningkatnya angka kemiskinan, membuka peluang terjadinya banyak pernikahan dini. Pasalnya, para orang tua bisa memilih opsi menikahkan dini anaknya untuk mengurangi beban pembiayaan hidup.

Hal itu diungkap oleh Lembaga amal World Vision sebagaimana dikutip dari Reuters, Jumat (15/5/2020). Ahli pernikahan anak di World Vision, Erica Hall, mengatakan, "ketika Anda berada dalam masa krisis seperti perang, bencana alam atau pandemi, tingkat pernikahan anak selalu meningkat,".

Jumlah gadis di dunia yang berpotensi menikah dini lantaran pandemi, tak sedikit. Ada sekitar 4 juta gadis disebut berpotensi mengalami hal ini.

"Jika kita tidak mulai berpikir bagaimana menghindari hal ini, maka akan terlambat selamanya. Kita tidak bisa menunggu pandemi ini selesai lebih dulu, baru memikirkannya," lanjutnya.

Sementara itu, di Indonesia, peningkatan jumlah orang miskin selama pandemi Corona/Covid-19, juga bukan rahasia.

Puskas (Pusat Kajian Strategis) BAZNAS dalam 'Proyeksi Kemiskinan Akibat Covid-19, Studi Kasus Daerah PSBB' memproyeksikan, terjadi penambahan 134.822 penduduk miskin baru pada kondisi ringan dan 866.713 orang pada kondisi berat di 20 wilayah PSBB (Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang diberlakukan per 20 april 2020 lalu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Umum, Internasional, GoNews Group, DKI Jakarta

wwwwww