Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
20 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
2
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
Ekonomi
23 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
3
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
MPR RI
16 jam yang lalu
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
4
Detik-detik Jenazah PDP Corona di Sumsel Jatuh Saat akan Dikuburkan
Peristiwa
24 jam yang lalu
Detik-detik Jenazah PDP Corona di Sumsel Jatuh Saat akan Dikuburkan
5
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Politik
24 jam yang lalu
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
6
Ketua MPR Apresiasi Polri, Gagalkan Kembali Peredaran Narkotika Jenis Sabu Hampir Setengah Ton
Hukum
24 jam yang lalu
Ketua MPR Apresiasi Polri, Gagalkan Kembali Peredaran Narkotika Jenis Sabu Hampir Setengah Ton
Home  /  Berita  /  Hukum

Curi Motor, Romadhon Ditembak Polisi di Bulan Ramadan

Curi Motor, Romadhon Ditembak Polisi di Bulan Ramadan
Senin, 18 Mei 2020 17:54 WIB
SURABAYA - Seorang bandit motor bernama Ririn Romadhon dilumpuhkan kakinya dengan tembakan oleh Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya. Pemuda 25 tahun asal Jalan Bonowati itu mencuri dan ditembak kakinya di bulan ramadan.

Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Arief Rizky Wicaksana mengatakan, Romadhon diburu setelah teridentifikasi mencuri motor di Jalan Kapasan Kidul II, Surabaya beberapa waktu lalu. Dari remakan video CCTV yang ada, Romadhon saat itu beraksi bersama dua temannya.

"Setelah kami berikan tembakan peringatan tak digubris, kami terpaksa melakukan tindakan tegas dengan melumpuhkan kaki tersangka," ujar Arief, Sabtu (16/5/2020).

Dalam rekaman CCTV pula terlihat bahwa komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ini tidak sampai 15 menit mencuri motor beat milik korban. Dua pelaku yaitu TO dan M turun dari boncengan dan langsung menuju motor yang disasar.

"Ketiga pelaku mengendarai satu motor. Setelah mendapat target mereka berbagi peran. Ada yang mondar mandir untuk memastikan situasi. Ada yang bertugas sebagai eksekutor dan ada yang membawa motor hasil curian," tambah Alumni AKPOL Tahun 2013 ini.

Sebelum dijual ke penadah, motor curian itu disimpan Romadhon di rumahnya. Dan sebelum motor curian itu terjual, Romadhon disergap tetapi berusaha kabur dan melawan. Sehingga oleh Tim Resmob, kaki kanannya dilumpuhkan dengan tembakan.

"Untuk dua pelaku lainnya sudah masuk DPO kami dan masih kami buru," tegas Arief.

Dari pemeriksaan Romadhon dan kelompoknya tidak hanya mencuri motor. Mereka diduga melakukan perampasan. Sebab saat rumahnya digeledah, Tim Resmob menemukan barang bukti kalung emas.

"Kalung emas itu sudah kami sita dan kami dalami dari mana kalung itu. Ada dugaan merupakan hasil kejahatan," tandasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Jatimnow.com
Kategori:Peristiwa, Hukum, Jawa Timur

wwwwww