Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
22 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
2
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
MPR RI
18 jam yang lalu
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
3
Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
Politik
9 jam yang lalu
Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
4
Sepasang PNS Bukan Suami-Istri Pingsan Tanpa Busana dalam Mobil di Pinggir Jalan
Peristiwa
20 jam yang lalu
Sepasang PNS Bukan Suami-Istri Pingsan Tanpa Busana dalam Mobil di Pinggir Jalan
5
Bisnisnya Hancur dan Dijauhi Tetangga, Keluarga Pasien yang Peti Jenazahnya Jatuh Minta Nama Baiknya Dipulihkan
Peristiwa
21 jam yang lalu
Bisnisnya Hancur dan Dijauhi Tetangga, Keluarga Pasien yang Peti Jenazahnya Jatuh Minta Nama Baiknya Dipulihkan
6
Sah... Partai Gelora Resmi Terima 3 SK Menkumham
Politik
23 jam yang lalu
Sah... Partai Gelora Resmi Terima 3 SK Menkumham
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Terinfeksi Corona, Perawat Ari Puspita Sari yang Tengah Hamil Meninggal Dunia

Terinfeksi Corona, Perawat Ari Puspita Sari yang Tengah Hamil Meninggal Dunia
Perawat Ari Puspita Sari. (detikcom)
Senin, 18 Mei 2020 19:35 WIB
SURABAYA - Ari Puspita Sari, perawat yang bekerja di RS Royal Surabaya meninggal dunia Senin (18/5/2020), pukul 10.50 WIB, setelah kondisinya sempat kritis karena terinfeksi virus corona.

Dikutip dari detikcom, perawat yang tengah hamil itu menghembuskan napas terakhirnya saat menjalani perawatan di RSAL Dr Ramelan.

''Iya meninggal pukul 10.50 WIB,'' kata Jubir Covid-19 RS Royal Surabaya dr Dewa Nyoman Sutanaya kepada detikcom di ruang kerjanya.

Kabar meninggalnya perawat Ari yang sudah bekerja selama 2 tahun di RS Royal itu mengejutkan pihak rumah sakit dan rekan-rekannya.

''Tadi perwakilan kami langsung ke RSAL dan melihat rekan kami dibawa masuk lift untuk proses dimandikan dan selanjutkan dimakamkan pihak sana (RSAL),'' tambah Dewa.

Almarhumah, jelas Dewa, sakit sejak satu minggu lalu. Saat itu sang perawat merasakan salah stau gejala Covid-19 dan diisolasi di RS Royal.

''Beliaunya tidak dirawat di ruang isolasi, tapi kita sendirikan. Sudah ada protokol seperti itu,'' tambahnya.

Namun karena kondisinya kurang baik, akhirnya setelah dirawat 3-4 hari di RS Royal, dirujuk ke RSAL Dr Ramelan.

''Akhirnya perawat itu kita rujuk ke RSAL Sabtu (16/5) kemarin. Tapi akhirnya dia meninggal,'' jelasnya.

Sempat Kritis

Sebelumnya beredar video tentang seorang perawat RS Royal Surabaya yang hamil terjangkit virus corona dalam kondisi kritis.

Dalam video berdurasi 52 detik terlihat empat petugas yang memakai APD mendorong bed pasien. Petugas yang mendorong bed pasien lengkap ventilator itu keluar dari suatu ruangan dan melewati sebuah lorong menuju lift.

Bagian atas atau sekitar kepala pasien juga terlihat ditutup dengan kotak plastik bening dan berwarna kuning.

''Ya Allah Ari, Ari, Ari Ari,'' kata perekam video sambil menangis. Saat pasien keluar dan melewati lorong menuju lift, perekam video terdengar menyebut nama rekannya sambil menangis. Beberapa kali perekam menyebutkan nama pasien sambil menangis.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:Nasional, Kesehatan

wwwwww