Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
7 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
7 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
6 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
7 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  SEA Games

Terinfeksi Corona, Perawat Ari Puspita Sari yang Tengah Hamil Meninggal Dunia

Terinfeksi Corona, Perawat Ari Puspita Sari yang Tengah Hamil Meninggal Dunia
Perawat Ari Puspita Sari. (detikcom)
Senin, 18 Mei 2020 19:35 WIB
SURABAYA - Ari Puspita Sari, perawat yang bekerja di RS Royal Surabaya meninggal dunia Senin (18/5/2020), pukul 10.50 WIB, setelah kondisinya sempat kritis karena terinfeksi virus corona.

Dikutip dari detikcom, perawat yang tengah hamil itu menghembuskan napas terakhirnya saat menjalani perawatan di RSAL Dr Ramelan.

''Iya meninggal pukul 10.50 WIB,'' kata Jubir Covid-19 RS Royal Surabaya dr Dewa Nyoman Sutanaya kepada detikcom di ruang kerjanya.

Kabar meninggalnya perawat Ari yang sudah bekerja selama 2 tahun di RS Royal itu mengejutkan pihak rumah sakit dan rekan-rekannya.

''Tadi perwakilan kami langsung ke RSAL dan melihat rekan kami dibawa masuk lift untuk proses dimandikan dan selanjutkan dimakamkan pihak sana (RSAL),'' tambah Dewa.

Almarhumah, jelas Dewa, sakit sejak satu minggu lalu. Saat itu sang perawat merasakan salah stau gejala Covid-19 dan diisolasi di RS Royal.

''Beliaunya tidak dirawat di ruang isolasi, tapi kita sendirikan. Sudah ada protokol seperti itu,'' tambahnya.

Namun karena kondisinya kurang baik, akhirnya setelah dirawat 3-4 hari di RS Royal, dirujuk ke RSAL Dr Ramelan.

''Akhirnya perawat itu kita rujuk ke RSAL Sabtu (16/5) kemarin. Tapi akhirnya dia meninggal,'' jelasnya.

Sempat Kritis

Sebelumnya beredar video tentang seorang perawat RS Royal Surabaya yang hamil terjangkit virus corona dalam kondisi kritis.

Dalam video berdurasi 52 detik terlihat empat petugas yang memakai APD mendorong bed pasien. Petugas yang mendorong bed pasien lengkap ventilator itu keluar dari suatu ruangan dan melewati sebuah lorong menuju lift.

Bagian atas atau sekitar kepala pasien juga terlihat ditutup dengan kotak plastik bening dan berwarna kuning.

''Ya Allah Ari, Ari, Ari Ari,'' kata perekam video sambil menangis. Saat pasien keluar dan melewati lorong menuju lift, perekam video terdengar menyebut nama rekannya sambil menangis. Beberapa kali perekam menyebutkan nama pasien sambil menangis.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:Nasional, SEA Games
wwwwww