Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
21 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
2
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
Ekonomi
23 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
3
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
MPR RI
16 jam yang lalu
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
4
Sumbangkan Gaji dan THR untuk Covid-19, Dua TNI AL Diganjar Penghargaan dari Pimpinan MPR
Peristiwa
23 jam yang lalu
Sumbangkan Gaji dan THR untuk Covid-19, Dua TNI AL Diganjar Penghargaan dari Pimpinan MPR
5
Sepasang PNS Bukan Suami-Istri Pingsan Tanpa Busana dalam Mobil di Pinggir Jalan
Peristiwa
19 jam yang lalu
Sepasang PNS Bukan Suami-Istri Pingsan Tanpa Busana dalam Mobil di Pinggir Jalan
6
Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
Politik
8 jam yang lalu
Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
Home  /  Berita  /  Kesehatan

JK Ingatkan Pemerintah Hati-Hati Terapkan 'Herd Immunity'

JK Ingatkan Pemerintah Hati-Hati Terapkan Herd Immunity
Arus lalu-lintas menuju Pasar Pondok Labu macet pada Selasa (19/5/2020) siang. (Foto: Muslikhin/GoNews.co)
Selasa, 19 Mei 2020 17:47 WIB
JAKARTA - "Artinya, virus terus dibiarkan menyebar sehingga banyak orang terinfeksi dan jika bertahan hidup akan kebal,". Demikian kutipan MIT Technology Review yang menjelaskan soal herd immunity.

Terkait hal itu, Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK), mengingatkanpemerintah agar tidak menempuh cara herd immunity (kekebalan kelompok) dalam rangka menanggulangi pandemi virus corona/Covid-19).

Dilansir CNN Indonesia, Selasa (19/5/2020), JK menyebut, herd immunity bisa menimbulkan banyak korban karena tidak ada kepastian seseorang akan kebal dari virus corona. Skenario terburuk yang mungkin akan dihadapi justru kematian.

"Kerugian materi bisa diganti tapi ini kan tidak bisa," kata JK.

Seperti diketahui, pemerintah mulai bicara soal New Normal, atau The Next Normal (dalam berkas materi rapat BNPB 12 Mei 2020). Seiring dengan itu, rencana pemerintah melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga terus menggema. Dan meski masih rencana, beberapa pasar mulai ramai pengunjung bahkan hingga berjejal.

Untuk diketahui, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah memberikan pedoman bagi negara-negara soal penerapan the new normal. Inti dari pedoman transisi tersebut yakni pemerintah suatu negara harus membuktikan transmisi Covid-19 telah dikendalikan.

Pelonggaran PSBB ini pernah menjadi perhatian serius, Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. Ia mempertanyakan rencana pemerintah. Kata Lestari, "apakah negara kita sudah memenuhi persyaratan itu semua, di kala kasus positif Covid-19 terus bertambah?".

Juru Bicara Koalisi Lawan Corona (KLC) Nukila Evanty berharap, pemerintah memiliki kajian matang sebelum menerapkan setiap kebijakan.

"Kita dengar ada tim pakar di BNPB yang tengah menyusun kajian terkait rencana pelonggaran PSBB. Kita upayakan, sedari dini mereka mau terbuka soal kajiannya agar apapun yang diterapkan nanti bisa efektif menjaga keberlangsungan hidup masyarakat dan bangsa," kata Nukila.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Kesehatan, Nasional, Umum, DKI Jakarta

wwwwww