Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
21 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
22 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
20 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
20 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
20 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
20 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Olympic

Santri Gorok Leher Pengasuh Pondok Pesantren Gara-gara Dinasihati Agar Rajin Shalat

Santri Gorok Leher Pengasuh Pondok Pesantren Gara-gara Dinasihati Agar Rajin Shalat
Ilustrasi pelaku kejahatan diborgol. (int)
Selasa, 19 Mei 2020 08:59 WIB
OGAN KOMERING ULU TIMUR - Imam Mustorudin (55), pengasuh pondok pesantren di Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan (Sumsel), terluka parah di bagian leher karena digorok salah seorang santri bernama Harun (24).

Dikutip dari Merdeka.com, untuk menyelamatkan nyawanya, korban harus menjalani operasi di rumah sakit. Sedangkan pelaku sudah ditangkap polisi.

Harun melakukan tindakan sadis itu saat korban shalat Tahajud di Masjid Darul Muttaqin yang berada di komplek Pondok Pesantren Darul Mahmud Desa Sukaraja, Dusun V Patok XIII, Kecamatan Buay Madang, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, Senin (18/5) dini hari.

Korban menggorok leher korban menggunakan sebilah pisau hingga terluka parah. Mengetahui hal itu, santri yang lain segera membawa korban ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut. Tak lama kemudian, pelaku ditangkap polisi.

Kapolres OKU Timur, AKBP Erlin Tangjaya mengungkapkan, tersangka mengaku menaruh dendam atau sakit hati kepada pengasuhnya itu karena selalu mengingatkan untuk rajin shalat. Tersangka merencanakan pembunuhan, namun usahanya gagal karena korban tidak tewas.

''Benar, tersangka melakukan penganiayaan berat terhadap korban yang tak lain adalah pengasuhnya di pesantren dini hari tadi. Motifnya gara-gara pelaku sakit hati karena selalu menasihatinya untuk rajin salat,'' ungkap Erlin kepada merdeka.com, Senin (18/5) malam.

Tersangka ditangkap tanpa perlawanan di TKP dengan barang bukti pisau bergagang kayu dengan panjang sekitar 15 centimeter. Dia dikenakan Pasal 351 ayat 2 tentang penganiayaan berat dengan ancaman di atas tujuh tahun penjara.

''Kejiwaan tersangka akan diperiksa apakah depresi atau tidak. Untuk korban sekarang lagi menjalani operasi di rumah sakit,'' pungkasnya. ***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Beladiri, Olympic
wwwwww