Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
22 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
2
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
Ekonomi
24 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
3
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
MPR RI
17 jam yang lalu
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
4
Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
Politik
9 jam yang lalu
Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
5
Sumbangkan Gaji dan THR untuk Covid-19, Dua TNI AL Diganjar Penghargaan dari Pimpinan MPR
Peristiwa
24 jam yang lalu
Sumbangkan Gaji dan THR untuk Covid-19, Dua TNI AL Diganjar Penghargaan dari Pimpinan MPR
6
Sepasang PNS Bukan Suami-Istri Pingsan Tanpa Busana dalam Mobil di Pinggir Jalan
Peristiwa
20 jam yang lalu
Sepasang PNS Bukan Suami-Istri Pingsan Tanpa Busana dalam Mobil di Pinggir Jalan
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Mahasiswi Wafat Setelah 6 Hari Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Mahasiswi Wafat Setelah 6 Hari Dinyatakan Sembuh dari Covid-19
Ilustrasi virus corona. (int)
Kamis, 21 Mei 2020 04:43 WIB
BIMA - Seorang mahasiswi bernama Iko Rahmawati (21) meninggal dunia pada Senin (18/5/2020) lalu. Iko wafat setelah enam hari dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Dikutip dari Kompas.com, wanita asal Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat ini sebelumnya terkonfirmasi terinfeksi virus corona sepulang dari Sulawesi Selatan.

''Pasien tersebut meninggal pada Senin sore di RSUP Mataram,'' kata Kabid P2PL Dinas Kesehatan yang juga tim Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupten Bima, Rifai, kepada wartawan, Selasa (19/5/2020).

Rifai mengatakan, mahasiswi ini meninggal bukan disebabkan virus corona, melainkan karena mengidap penyakit ginjal.

Hal itu diperkuat dengan hasil tes swab oleh pihak RSUP Mataram, sebelum jenazah dipulangkan ke Bima.

''Hasil tes swab-nya negatif. Jadi pasien ini meninggal bukan karena corona. Atas kematiannya, menurut dokter di RSUP Mataram, dia didiagnosis mengidap ginjal,'' ujar Rifai.

Sepulang dari Sulawesi Selatan Iko dirawat di ruang isolasi RSUD Bima karena terkonfirmasi terinfeksi virus corona.

Setelah sepekan menjalani perawatan, Iko dinyatakan sembuh berdasarkan hasil tes swab terakhir dan diizinkan pulang sekitar enam hari lalu.

Kematian pasien ini merupakan kasus pertama di Bima, NTB, untuk warga yang sebelumnya dinyatakan sembuh dari virus corona.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Kesehatan

wwwwww