Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
22 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
2
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
MPR RI
17 jam yang lalu
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
3
Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
Politik
9 jam yang lalu
Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
4
Sepasang PNS Bukan Suami-Istri Pingsan Tanpa Busana dalam Mobil di Pinggir Jalan
Peristiwa
20 jam yang lalu
Sepasang PNS Bukan Suami-Istri Pingsan Tanpa Busana dalam Mobil di Pinggir Jalan
5
Bisnisnya Hancur dan Dijauhi Tetangga, Keluarga Pasien yang Peti Jenazahnya Jatuh Minta Nama Baiknya Dipulihkan
Peristiwa
21 jam yang lalu
Bisnisnya Hancur dan Dijauhi Tetangga, Keluarga Pasien yang Peti Jenazahnya Jatuh Minta Nama Baiknya Dipulihkan
6
Sah... Partai Gelora Resmi Terima 3 SK Menkumham
Politik
22 jam yang lalu
Sah... Partai Gelora Resmi Terima 3 SK Menkumham
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Saham Moderna Naik, China Kembangkan 5 Vaksin, Peneliti Indonesia Terus Bekerja

Saham Moderna Naik, China Kembangkan 5 Vaksin, Peneliti Indonesia Terus Bekerja
Ilustrasi: Ist.
Kamis, 21 Mei 2020 01:18 WIB
JAKARTA - Presiden Jokowi mengapresiasi Eijkman karena sudah mendapatkan data mengenai tujuh urutan genom virus yang sangat berguna untuk pengembangan vaksin.

Optimisme Indonesia bisa memiliki vaksin Covid-19 sendiri juga seiring dengan upaya positif komunitas peneliti untuk menemukan obat dan terapi yang efektif bagi pengobatan Covid-19. PCR test kit hingga ventilator adalah karya diminta Jokowi tak sebatas prototipe.

"Tapi, harus terus berlanjut, harus bisa diproduksi secara massal untuk memenuhi kebutuhan domestik kita dan juga bisa ekspor ke mancanegara," kata Presiden Jokowi, Rabu (20/5/2020).

Untuk itu, Ia menekankan supaya kerja sama dan kolaborasi antar-kekuatan anak bangsa harus diperkuat. Lembaga-lembaga penelitian dan pengembangan, perguruan tinggi, dunia usaha, para pelaku industri, dan unsur masyarakat, semuanya harus bekerjasama.

Upaya untuk memproduksi vaksin menjadi kerja keras negara-negara saat ini. Moderna yang berada di Amerika, dikabarkan tengah mengalami kenaikan nilai saham, China tengah mengembangkan setidaknya 5 vaksin potensial.

Tetapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa pengembangan vaksin bisa memakan waktu 12 hingga 18 bulan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, Kesehatan, Internasional

wwwwww