Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalahkan Qatar, Shin Tae Yong: Masih Ada Kekurangan
Sepakbola
10 jam yang lalu
Kalahkan Qatar, Shin Tae Yong: Masih Ada Kekurangan
2
Kota Kendari Mencekam, Ratusan Massa Mengamuk Bawa Sajam dan Rusak Sejumlah Mall
Peristiwa
22 jam yang lalu
Kota Kendari Mencekam, Ratusan Massa Mengamuk Bawa Sajam dan Rusak Sejumlah Mall
3
Pilkada 2020: Selain Dukung 150 Calon, Gelora Juga Usung 4 Kadernya
Politik
24 jam yang lalu
Pilkada 2020: Selain Dukung 150 Calon, Gelora Juga Usung 4 Kadernya
4
Beragama Hindu, Mahasiswi Kedokteran Ini Sudah Lebih 5 Tahun Berhijab
Pendidikan
21 jam yang lalu
Beragama Hindu, Mahasiswi Kedokteran Ini Sudah Lebih 5 Tahun Berhijab
5
Agar Tak Jadi Preseden, MPR Minta Usut Tuntas Penusukan Syekh Ali Jaber
MPR RI
23 jam yang lalu
Agar Tak Jadi Preseden, MPR Minta Usut Tuntas Penusukan Syekh Ali Jaber
6
Jiwasraya 'Dirampok' dan Dikorupsi, Rakyat Harus Bayar 20 Triliun? Yang Bener Saja!
Peristiwa
22 jam yang lalu
Jiwasraya Dirampok dan Dikorupsi, Rakyat Harus Bayar 20 Triliun? Yang Bener Saja!
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Saham Moderna Naik, China Kembangkan 5 Vaksin, Peneliti Indonesia Terus Bekerja

Saham Moderna Naik, China Kembangkan 5 Vaksin, Peneliti Indonesia Terus Bekerja
Ilustrasi: Ist.
Kamis, 21 Mei 2020 01:18 WIB
JAKARTA - Presiden Jokowi mengapresiasi Eijkman karena sudah mendapatkan data mengenai tujuh urutan genom virus yang sangat berguna untuk pengembangan vaksin.

Optimisme Indonesia bisa memiliki vaksin Covid-19 sendiri juga seiring dengan upaya positif komunitas peneliti untuk menemukan obat dan terapi yang efektif bagi pengobatan Covid-19. PCR test kit hingga ventilator adalah karya diminta Jokowi tak sebatas prototipe.

"Tapi, harus terus berlanjut, harus bisa diproduksi secara massal untuk memenuhi kebutuhan domestik kita dan juga bisa ekspor ke mancanegara," kata Presiden Jokowi, Rabu (20/5/2020).

Untuk itu, Ia menekankan supaya kerja sama dan kolaborasi antar-kekuatan anak bangsa harus diperkuat. Lembaga-lembaga penelitian dan pengembangan, perguruan tinggi, dunia usaha, para pelaku industri, dan unsur masyarakat, semuanya harus bekerjasama.

Upaya untuk memproduksi vaksin menjadi kerja keras negara-negara saat ini. Moderna yang berada di Amerika, dikabarkan tengah mengalami kenaikan nilai saham, China tengah mengembangkan setidaknya 5 vaksin potensial.

Tetapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa pengembangan vaksin bisa memakan waktu 12 hingga 18 bulan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, Kesehatan, Internasional

wwwwww