Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Banyak Masyarakat Terjebak Pinjaman Online, Ini Catatan DPR Untuk APFI dan OJK
Politik
13 jam yang lalu
Banyak Masyarakat Terjebak Pinjaman Online, Ini Catatan DPR Untuk APFI dan OJK
2
Jumlah Pasien Covid Tak Imbang dengan Jumlah Nakes, Negara Wajib Hadir
Politik
13 jam yang lalu
Jumlah Pasien Covid Tak Imbang dengan Jumlah Nakes, Negara Wajib Hadir
3
Pemerintah Didesak Tetapkan OPM sebagai Organisasi Teroris
Peristiwa
12 jam yang lalu
Pemerintah Didesak Tetapkan OPM sebagai Organisasi Teroris
4
Pemerintah Diminta Tegas dan Tak Tebang Pilih Tegakkan Protokol Kesehatan
Kesehatan
11 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Tegas dan Tak Tebang Pilih Tegakkan Protokol Kesehatan
5
Selalu Gratiskan Biaya Berobat Santri, Dr Andriani Wafat saat Gempa Guncang Mamuju
Peristiwa
11 jam yang lalu
Selalu Gratiskan Biaya Berobat Santri, Dr Andriani Wafat saat Gempa Guncang Mamuju
6
Sinergikan SDGs, Gus Menteri Minta Desa Lakukan Pendataan secara Mikro
Pemerintahan
11 jam yang lalu
Sinergikan SDGs, Gus Menteri Minta Desa Lakukan Pendataan secara Mikro
Home  /  Berita  /  Umum

'Hadapi dengan Senyuman': Bamsoet Ungkap Hikmah Prank Lelang Sepeda Motor Jokowi

Hadapi dengan Senyuman: Bamsoet Ungkap Hikmah Prank Lelang Sepeda Motor Jokowi
Presiden RI, Jokk Widodo (Jokowi) saat bersama sepeda motor listrik karya lokal, Gesits. (Foto: Tempo)
Jum'at, 22 Mei 2020 16:50 WIB
JAKARTA - Ketua MPR RI yang juga penanggungjawab konser amal Bimbo, Bambang Soesatyo (Bamsoet), memilih bersikap hikmah terkait prank lelang sepeda motor Jokowi yang dilakuan oleh M. Nuh.

M. Nuh yang berani menawar tinggi sepeda motor listrik merek Gesits milik Jokowi, membuat peserta lelang lain pun terpacu menyaingi tingkat penawaran.

"Tanpa M. Nuh yang nge-prank itu nggak mungkin harga motor listrik presiden ini bisa mencapai Rp.2,5 miliar lebih," kata Bamsoet dalam konferensi pers virtual, Jumat (22/5/2020).

Lantaran penawaran tinggi M. Nuh, peserta lelang lainnya yakni, Warren, bersedia menyamai penawaran M. Nuh hingga akhirnya Warren ditetapkan sebagai pemenang lelang.

Belakangan diketahui M. Nuh diperiksa polisi. Pria asal Jambi yang dalam lelang mengaku berprofesi sebagai sebagai pengusaha tambang itu, ternyata bekerja sebagai buruh biasa. Pihak penyelenggara, kata Bamsoet, telah meminta kepolisian untuk tidak menahan M. Nuh.

"Kenapa? Karena kami sendiri merasa tidak ada masalah. Tidak ada yang dirugikan," kata Bamsoet.

Apapun yang telah terjadi, kita ambil hikmahnya saja. Saya percaya Tuhan punya cara membantu umatnya yang memiliki niat baik. Yang mau berbuat.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Umum, Peristiwa, Nasional, GoNews Group, DKI Jakarta
wwwwww