Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
20 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
20 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
20 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
20 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
5
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
6
MA Batalkan Suket Gibran, Mulyanto Minta DPR Segera Bentuk Pansus
Nasional
21 jam yang lalu
MA Batalkan Suket Gibran, Mulyanto Minta DPR Segera Bentuk Pansus
Home  /  Berita  /  PON

'Hadapi dengan Senyuman': Bamsoet Ungkap Hikmah Prank Lelang Sepeda Motor Jokowi

Hadapi dengan Senyuman: Bamsoet Ungkap Hikmah Prank Lelang Sepeda Motor Jokowi
Presiden RI, Jokk Widodo (Jokowi) saat bersama sepeda motor listrik karya lokal, Gesits. (Foto: Tempo)
Jum'at, 22 Mei 2020 16:50 WIB
JAKARTA - Ketua MPR RI yang juga penanggungjawab konser amal Bimbo, Bambang Soesatyo (Bamsoet), memilih bersikap hikmah terkait prank lelang sepeda motor Jokowi yang dilakuan oleh M. Nuh.

M. Nuh yang berani menawar tinggi sepeda motor listrik merek Gesits milik Jokowi, membuat peserta lelang lain pun terpacu menyaingi tingkat penawaran.

"Tanpa M. Nuh yang nge-prank itu nggak mungkin harga motor listrik presiden ini bisa mencapai Rp.2,5 miliar lebih," kata Bamsoet dalam konferensi pers virtual, Jumat (22/5/2020).

Lantaran penawaran tinggi M. Nuh, peserta lelang lainnya yakni, Warren, bersedia menyamai penawaran M. Nuh hingga akhirnya Warren ditetapkan sebagai pemenang lelang.

Belakangan diketahui M. Nuh diperiksa polisi. Pria asal Jambi yang dalam lelang mengaku berprofesi sebagai sebagai pengusaha tambang itu, ternyata bekerja sebagai buruh biasa. Pihak penyelenggara, kata Bamsoet, telah meminta kepolisian untuk tidak menahan M. Nuh.

"Kenapa? Karena kami sendiri merasa tidak ada masalah. Tidak ada yang dirugikan," kata Bamsoet.

Apapun yang telah terjadi, kita ambil hikmahnya saja. Saya percaya Tuhan punya cara membantu umatnya yang memiliki niat baik. Yang mau berbuat.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, Olympic, Nasional, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww