Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
4 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
4 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
3 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
4 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Basket

AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya

AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo. (Foto: Ist./AFP)
Kamis, 28 Mei 2020 14:30 WIB
JAKARTA - Kongres China dikabarkan akan mengesahkan UU keamanan, yang berisi larangan subversi, upaya kemerdekaan, terorisme, dan intervensi asing di Hong Kong. UU tersebut, dinilai Aktivis Hong sebagai upaya menghapus kebebasan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan bahwa perlakuan khusus terhadap Hong Kong tidak bisa dilanjutkan. Hingga pada Rabu (27/5/2020), AS mencabut status khusus Hong Kong di bawah undang-undang AS.

Berdasarkan UU dukungan AS terhadap demonstran pro-demokrasi yang disahkan pada 2019 lalu, status khusus tetap berlaku bila demokrasi dan kebebasan yang dijanjikan China masih tetap berjalan di Hong Kong.

"Mengingat fakta di lapangan, tidak ada seorang pun yang punya alasan kuat untuk memastikan otonomi khusus China untuk Hong Kong tetap terlaksana," ujar Pompeo seperti dikutip dari AFP.

Lansiran AFP menyebut, sikap AS ini berarti, Hong Kong bisa kehilangan hak perdagangannya, termasuk tarif yang lebih rendah dari daratan, dengan ekonomi terbesar di dunia.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Basket, Ekonomi
wwwwww