Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Politik
16 jam yang lalu
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
2
Anggaran Peningkatan Prestasi Olahraga 2 Triiun
Sepakbola
19 jam yang lalu
Anggaran Peningkatan Prestasi Olahraga 2 Triiun
3
Leicester City Lawan Crystal Palace, Sajikan Laga Ketat
Sepakbola
18 jam yang lalu
Leicester City Lawan Crystal Palace, Sajikan Laga Ketat
4
Lawan Manchester United, Bournemouth Unggul di Bola Mati
Sepakbola
18 jam yang lalu
5
Target Lolos Liga 1, Babel Muba United FC Terus Lengkapi PasukanĀ 
Sepakbola
18 jam yang lalu
Target Lolos Liga 1, Babel Muba United FC Terus Lengkapi PasukanĀ 
6
Salah Satu Kasus Covid-19 di Kampar Merupakan Dokter Puskesmas di Pekanbaru
Kesehatan
23 jam yang lalu
Salah Satu Kasus Covid-19 di Kampar Merupakan Dokter Puskesmas di Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Internasional

AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya

AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo. (Foto: Ist./AFP)
Kamis, 28 Mei 2020 14:30 WIB
JAKARTA - Kongres China dikabarkan akan mengesahkan UU keamanan, yang berisi larangan subversi, upaya kemerdekaan, terorisme, dan intervensi asing di Hong Kong. UU tersebut, dinilai Aktivis Hong sebagai upaya menghapus kebebasan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan bahwa perlakuan khusus terhadap Hong Kong tidak bisa dilanjutkan. Hingga pada Rabu (27/5/2020), AS mencabut status khusus Hong Kong di bawah undang-undang AS.

Berdasarkan UU dukungan AS terhadap demonstran pro-demokrasi yang disahkan pada 2019 lalu, status khusus tetap berlaku bila demokrasi dan kebebasan yang dijanjikan China masih tetap berjalan di Hong Kong.

"Mengingat fakta di lapangan, tidak ada seorang pun yang punya alasan kuat untuk memastikan otonomi khusus China untuk Hong Kong tetap terlaksana," ujar Pompeo seperti dikutip dari AFP.

Lansiran AFP menyebut, sikap AS ini berarti, Hong Kong bisa kehilangan hak perdagangannya, termasuk tarif yang lebih rendah dari daratan, dengan ekonomi terbesar di dunia.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, Internasional, Ekonomi

wwwwww