Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
8 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
8 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
8 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
8 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Kriminal

Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa 'Ambyarrr'

Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa Ambyarrr
Ilustrasi. (Gambar: Dok. PKS)
Kamis, 28 Mei 2020 16:09 WIB
JAKARTA - Indobarometer bersama Puslitbangdiklat RRI telah melakukan survei yang dilakukan 12-18 Mei 2020 dan mencatat 53,8% publik tidak puas dengan cara Presiden Jokowi menangani Covid-19.

Menanggapi hal itu, Legislator asal PKS Mardani Ali Sera menilai, ketidakpuasan publik merupakan hal yang wajar. Mengingat, "sejak awal pemerintah terkesan meremehkan dan menolak peringatan yang disampaikan lembaga dunia dan peneliti ada kemungkinan Indonesia terserang virus ini,".

Hal itu disampaikan Mardani kepada wartawan, Kamis (28/5/2020). Kata Mardani, "Kalau istilah milenialnya, pemerintah banyak 'labilnya' dan membuat Ambyarrr kebijakannya,".

Mardani berharap pemerintah mengurangi "kebijakan yang mencla-mencle,". Itu hanya satu dari sekian catatan negatif Mardani yang meliputi, persoalan data, akselerasi bantuan, peningkatan jumlah kemiskinan, dan koordinasi penanggulangan pandemi.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Kriminal, Metropolitan
wwwwww