Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Massa Demo Tolak RUU HIP Menyemut
Peristiwa
14 jam yang lalu
Massa Demo Tolak RUU HIP Menyemut
2
'Papuan Lives Matter' jadi Potret Rasisme di Indonesia, Negara Diminta Hadir
Umum
16 jam yang lalu
Papuan Lives Matter jadi Potret Rasisme di Indonesia, Negara Diminta Hadir
3
Formappi Sebut Baleg seperti Hanggar Anggaran
DPR RI
15 jam yang lalu
Formappi Sebut Baleg seperti Hanggar Anggaran
4
Ini Empat PR 20 Komisioner BPKN yang Baru dalam Tiga Tahun Mendatang
Pemerintahan
6 jam yang lalu
Ini Empat PR 20 Komisioner BPKN yang Baru dalam Tiga Tahun Mendatang
5
Massa FPI minta Paripurna Mencabut RUU HIP
Peristiwa
13 jam yang lalu
Massa FPI minta Paripurna Mencabut RUU HIP
6
DPD RI Dorong Kemandirian Fiskal Daerah melalui Sejumlah RUU
DPD RI
11 jam yang lalu
DPD RI Dorong Kemandirian Fiskal Daerah melalui Sejumlah RUU
Home  /  Berita  /  DPR RI

Hadapi New Normal, Kemenag Akan Mulai Buka Proses Belajar di Pesantren Secara Bertahap

Hadapi New Normal, Kemenag Akan Mulai Buka Proses Belajar di Pesantren Secara Bertahap
Jum'at, 29 Mei 2020 14:25 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan pihaknya akan membuka kembali kegiatan pendidikan di pondok pesantren yang siap beroperasi jelang fase tatanan hidup baru atau new normal di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Pembukaan kembali pesantren dilakukan secara bertahap mulai 10 Juni mendatang. Hal itu ia utarakan saat bertemu dengan Tim Satgas Lawan Covid-19 DPR RI di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (28/5) kemarin.

"Kami merumuskan tugas Kemenag terkait pesantren di era normal baru ini, mengoperasionalkan kembali pesantren yang sudah memungkinkan secara bertahap," kata Fachrul.

Fachrul menyatakan pembukaan pesantren nantinya wajib menerapkan protokol kesehatan para santri dan tenaga pendidik. "Pemerinta sedang mengkaji dimulainya belajar di pesantren secara bertahap," demikian Menag Fachrul Razi mengatakan seusai dikunjungi Tim Covid-19 DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad.

Ia menyebut pembukaan kembali pesantren turut mempertimbangkan kesejahteraan para guru dan pengasuh pondok pesantren yang terkena imbas pandemi corona.

"Karena kita paham kalau pesantren nggak jalan-jalan ya kesejahteraan para guru dan pengasuh pesantren akan terganggu. Itu jadi pemikiran kami juga. Harus kita pikirkan itu bagaimana," kata dia.

Lebih lanjut, Fachrul menyatakan pihaknya akan mengirimkan tim khusus untuk memeriksa kesiapan pesantren yang akan beroperasi pada 10 Juni mendatang. Termasuk diantaranya untuk mengecek kesiapan protokol kesehatan Covid-19.

"Terutama dari aspek jaga jarak. Kami minta masukan mana yang siap. Karena ada beberapa pesantren yang mau buka 10 Juni. Kalau sudah siap kita kirim tim," kata dia tanpa merinci pesantren mana saja yang bakal dibuka kembali.

Tak hanya itu, Fachrul menyatakan pihaknya tengah menyusun piranti lunak untuk memonitor keamanan santri yang sudah tinggal dan yang akan kembali ke pesantren.

Ia berharap piranti itu mencegah agar sesama santri tak saling menularkan penyakit bila pesantren sudah resmi beroperasi. "Jangan sampai saling menularkan. Jangan sampai di dalam sehat tapi yang datang dari luar nggak sehat. Jadi menularkan. Atau sebaliknya," kata dia.

Meski demikian. Fachrul turut menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo agar berhati-hati dalam pembukaan kembali pesantren. Jokowi, kata dia, meminta agar jangan sampai ada klaster baru di Pesantren.

"Bukan mengatakan nggak boleh, tapi beliau bilang hati-hati. Jangan sampai kita justru membuat mereka jadi sakit," kata mantan Wakil Panglima TNI ini.

Sufmi Dasco Ahmad, dalam kunjungan mempertanyakan kesiapan dari Kementrian Agama RI dalam rangka menghadapi “New Normal.

Mendengar penjelasan dari Menag Fachrul Razi, Satgas Covid mengapresiasi langkah-langkah Kemenag, termasuk membuka rumah-rumah ibadah, termasuk apakah akan dibuka atau tidaknya pemberangkatan ibadah haji menjelang “New Normal.***


wwwwww