Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
Politik
23 jam yang lalu
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
2
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
Ekonomi
23 jam yang lalu
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
3
Ridho Manfaatkan Waktu Berbagi Ilmu dengan SSB di Pekalongan
Sepakbola
24 jam yang lalu
Ridho Manfaatkan Waktu Berbagi Ilmu dengan SSB di Pekalongan
4
Vikrian Akbar Jujur Akui Kondisi Fisiknya Menurun
Sepakbola
24 jam yang lalu
Vikrian Akbar Jujur Akui Kondisi Fisiknya Menurun
5
RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang dan Norma Baru Bagi Pekerja
Politik
23 jam yang lalu
RUU Cipta Kerja Munculkan Peluang dan Norma Baru Bagi Pekerja
6
Survei IDM: Masyarakat Puas dengan Kinerja Pemerintah dalam Menangani Covid-19 dan Memulihan Ekonomi
Ekonomi
20 jam yang lalu
Survei IDM: Masyarakat Puas dengan Kinerja Pemerintah dalam Menangani Covid-19 dan Memulihan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Politik

Misbakhun Yakin New Normal Akan Bangkitkan Ekonomi Nasional di Masa Pandemi Covid-19

Misbakhun Yakin New Normal Akan Bangkitkan Ekonomi Nasional di Masa Pandemi Covid-19
Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun. (Istimewa)
Rabu, 03 Juni 2020 16:10 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun meyakini, fase normal baru (new normal) pada masa pandemi Covid-19 akan kembali menggerakkan roda perekonomian Indonesia.

Menurut politisi Golkar ini, melalui new normal itulah akan ada reaktivasi perekonomian. Ia bahkan mengaku sudah melihat tanda-tanda positif dari fase new normal yang masih dalam tahap persiapan.

"Era new normal sudah disambut baik dengan menguatnya rupiah di mata dunia dan sentimen investasi yang terus tumbuh pada IHSG," ujar Misbakhun melalui akun Twitternya, Rabu (03/06).

Mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak itu menambahkan, belum lama ini Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil jajak pendapat tentang 158 wilayah yang bisa kembali melakukan aktivitas kerja pada masa pandemi Covid-19. DKI Jakarta yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pun diyakini sebagai daerah yang bisa melakukan aktivitas kerja lagi.

Pemerintah kata Dia, mulai menyosialisasikan kebijakan new normal karena pandemi Covid-19 diperkirakan akan berlangsung lama. "Di sisi lain, kehidupan perekonomian masyarakat tidak boleh dibiarkan terlalu lama terhambat," tukasnya.

Mantan influencer bidang perekonomian Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - KH Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 itu lantas menyodorkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I (Q1) 2020 yang hanya mencapai 2,97 persen. Menurutnya, capaian itu jauh dari target kuartal I 2020 yang diharapkan mencapai kisaran 4,5-4,6 persen.

Selama Q1 2020, kata Misbakhun, pertumbuhan konsumsi hanya 2,84 persen, padahal biasanya masih di kisaran 5 persen. Yang patut dicatat adalah konsumsi berkontribusi sekitar hampir 57 persen pada produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

"Karena itulah new normal diharapkan dapat memulihkan kembali perekonomian Indonesia dari pandemi. Dengan kembalinya aktivitas masyarakat maka penerapan pola kehidupan new normal ini akan menjadi kunci kebangkitan ekonomi Indonesia," tandasnya.

Meski demikian, Misbakhun menegaskan bahwa era new normal bukan usaha kerja pemerintah semata. Pasalnya, kebijakan itu membutuhkan kerja sama dari kalangan swasta dan seluruh elemen masyarakat. "Potensi penguatan ekonomi tersebut harus juga disertai dengan kesadaran kolektif masyarakat untuk bersiap menghadapi new normal secara bersama-sama," pungkasnya.***


wwwwww