Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Misbakhun Dorong Efektivitas Ratusan Triliun Subsidi Energi
DPR RI
20 jam yang lalu
Misbakhun Dorong Efektivitas Ratusan Triliun Subsidi Energi
2
DPR Tegaskan Pentingnya Penyelamatan UMKM Segera
DPR RI
20 jam yang lalu
DPR Tegaskan Pentingnya Penyelamatan UMKM Segera
3
KAI Butuh Dana Talangan, Legislator Dorong Kreativitas Bisnis
DPR RI
20 jam yang lalu
KAI Butuh Dana Talangan, Legislator Dorong Kreativitas Bisnis
4
NJOP Tinggi dan Memberatkan, Legislator Lirik Insentif sebagai Solusi
DPR RI
20 jam yang lalu
NJOP Tinggi dan Memberatkan, Legislator Lirik Insentif sebagai Solusi
5
Jaga Perekonomian, Presiden: Jangan Ada Lagi Beli dari Luar
Pemerintahan
14 jam yang lalu
Jaga Perekonomian, Presiden: Jangan Ada Lagi Beli dari Luar
6
Jamuan Makan Malam dengan Puan, Pimpinan DPD RI Minta Hasil Kinerja Lembaganya Ditindaklanjuti DPR
Politik
9 jam yang lalu
Jamuan Makan Malam dengan Puan, Pimpinan DPD RI Minta Hasil Kinerja Lembaganya Ditindaklanjuti DPR
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Diduga Kesal Motor Mau Dijual Ortu, Siswa SMP di Rohul Gantung Diri

Diduga Kesal Motor Mau Dijual Ortu, Siswa SMP di Rohul Gantung Diri
Petugas kepolisian dan TNI melihat korban tewas gantung diri yang sempat dilarikan ke poliklinik di Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rohul, Riau, Rabu (3/6/2020). (Dok. Koramil 02/Rambah)
Kamis, 04 Juni 2020 13:26 WIB
PEKANBARU - Siswa SMP kelas II di Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau ditemukan tewas gantung diri. Diduga pelajar ini kecewa terhadap orang tuanya yang akan menjual sepeda motornya.

"Korban inisial MR (16) yang orang tuanya karyawan perkebunan sawit. Korban ditemukan gantung diri saat berada sendirian di dalam rumah perkebunan," kata Humas Polres Rohul, Ipda Ferry kepada wartawan, Kamis (4/6/2020).

Disampaikan oleh Kasubag Humas Polres Rohul, Ipda Fery, kejadian itu diketahui pada hari Rabu (3/6/2020), sekitar pukul 07.30 WIB. Dimana saat itu saudari korban pulang ke rumah untuk mengambil jeruk nipis.

"Saat sampai dirumah, kakaknya sangat terkejut ketika melihat adiknya sudah dalam keadaan tergantung dasi yang terikat pada lehernya di kusen pintu ruang dapur. Kaki dalam kondisi lutut tertekuk, mulut terbuka mangeluarkan air ludah," kata Fery kepada GoRiau.com, Rabu malam.

Lalu saudari korban berteriak dan meminta tolong kepada warga sekitar. Kemudian beberapa orang warga perumahan datang ke rumah korban, dan memutuskan dasi yang mengikat leher korban menggunakan parang.

"Korban kemudian dibawa ke klinik. Sesampainya di klinik dan stelah diperiksa dan dilakukan Visum, Dokter menyatakan bahwa korban sudah meninggal dunia," lanjut Fery.

Usut punya usut, sebelum ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri, korban ternyata habis dimarahi orang tuanya, karena sering pulang pagi. Dan pagi tadi, korban pulang sekitar pukul 04.00 pagi, sehingga memancing kemarahan orang tuanya.

Setelah dimarahi oleh orang tuanya, korban pergi ke rumah temannya dan bercerita kalau dia habis dimarahi orang tuanya, dan orang tuanya ingin menjual motornya.

"Disitulah sekitar pukul 06.00 WIB, orangtuanya bersama kakaknya pergi kerja. Dan korban sendirian di rumah hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia karena gantung diri," tutup Fery. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:GoRiau.com
Kategori:Peristiwa, Hukum, GoNews Group, Riau

wwwwww