Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
24 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
24 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
6
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Home  /  Berita  /  Olympic

Diduga Kesal Motor Mau Dijual Ortu, Siswa SMP di Rohul Gantung Diri

Diduga Kesal Motor Mau Dijual Ortu, Siswa SMP di Rohul Gantung Diri
Petugas kepolisian dan TNI melihat korban tewas gantung diri yang sempat dilarikan ke poliklinik di Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rohul, Riau, Rabu (3/6/2020). (Dok. Koramil 02/Rambah)
Kamis, 04 Juni 2020 13:26 WIB
PEKANBARU - Siswa SMP kelas II di Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau ditemukan tewas gantung diri. Diduga pelajar ini kecewa terhadap orang tuanya yang akan menjual sepeda motornya.

"Korban inisial MR (16) yang orang tuanya karyawan perkebunan sawit. Korban ditemukan gantung diri saat berada sendirian di dalam rumah perkebunan," kata Humas Polres Rohul, Ipda Ferry kepada wartawan, Kamis (4/6/2020).

Disampaikan oleh Kasubag Humas Polres Rohul, Ipda Fery, kejadian itu diketahui pada hari Rabu (3/6/2020), sekitar pukul 07.30 WIB. Dimana saat itu saudari korban pulang ke rumah untuk mengambil jeruk nipis.

"Saat sampai dirumah, kakaknya sangat terkejut ketika melihat adiknya sudah dalam keadaan tergantung dasi yang terikat pada lehernya di kusen pintu ruang dapur. Kaki dalam kondisi lutut tertekuk, mulut terbuka mangeluarkan air ludah," kata Fery kepada GoRiau.com, Rabu malam.

Lalu saudari korban berteriak dan meminta tolong kepada warga sekitar. Kemudian beberapa orang warga perumahan datang ke rumah korban, dan memutuskan dasi yang mengikat leher korban menggunakan parang.

"Korban kemudian dibawa ke klinik. Sesampainya di klinik dan stelah diperiksa dan dilakukan Visum, Dokter menyatakan bahwa korban sudah meninggal dunia," lanjut Fery.

Usut punya usut, sebelum ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri, korban ternyata habis dimarahi orang tuanya, karena sering pulang pagi. Dan pagi tadi, korban pulang sekitar pukul 04.00 pagi, sehingga memancing kemarahan orang tuanya.

Setelah dimarahi oleh orang tuanya, korban pergi ke rumah temannya dan bercerita kalau dia habis dimarahi orang tuanya, dan orang tuanya ingin menjual motornya.

"Disitulah sekitar pukul 06.00 WIB, orangtuanya bersama kakaknya pergi kerja. Dan korban sendirian di rumah hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia karena gantung diri," tutup Fery. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:GoRiau.com
Kategori:Olympic, Beladiri, Badminton, Riau
wwwwww