Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
10 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
22 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  PON

Memilukan, Bocah Kelas VI SD Ini Sendirian Rawat Ayah dan Ibunya yang Lumpuh

Memilukan, Bocah Kelas VI SD Ini Sendirian Rawat Ayah dan Ibunya yang Lumpuh
Babil bersama ayah dan ibunya. (merdeka.com)
Kamis, 04 Juni 2020 15:33 WIB
TAKALAR - Babil, bocah lelaki berusia 12 tahun di Desa Topejewa, Takalar, Sulawesi Selatan ini sungguh luar biasa. Pada saat teman sebayanya bisa bermain, Babil justru harus merawat ayah dan ibunya yang lumpuh serta mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Dikutip dari Merdeka.com, berikut kisah memilukan tentang Babil, seperti dirangkum dari akun Instagram @dunia_kaumhawa.

Kedua orangtuanya, Karannuang Dg Sunggu (45) dan Kamaluddin Dg. Beta (39) tak bisa beranjak dari tempat tidur. Sang ayah lumpuh karena stroke. Sedangkan ibunya mengidap penyakit alergi tulang, yang juga menyebabkannya mengalami kelumpuhan.

''Saya sakit sejak Babil umur 4 tahun. Saya sudah beberapa kali berobat, tetapi tak kunjung membaik,'' ungkap sang ibu.

Sejak sang ibunda menderita sakit delapan tahun lalu, selain merawat ibu dan ayahnya, Babil juga mengerjakan seluruh pekerjaan rumah tangga seorang diri. Padahal, anak seusianya masih butuh waktu untuk bermain dan belajar.

Babil merawat kedua orangtuanya tanpa pernah mengeluh. Ia dengan senang hati mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga, seperti memasak, mencuci baju, hingga mengurusi keperluan kedua orangtuanya.

Bocah yang kini duduk di kelas VI SD itu merawat kedua orangtuanya dengan sepenuh hati. Ia selalu berada di sisi kedua orangtuanya dan seolah siap untuk selalu memenuhi keperluan sehari-hari dari ayah serta ibunda.

Dari mulai sekedar mengambilkan air minum hingga memandikan kedua orangtuanya ia lakukan dengan ikhlas.

Babil sudah bangun saat waktu Subuh, kemudia segera mempersiapkan keperluan kedua orangtuanya sebelum berangkat ke sekolah.

Keluarga Babil hidup dengan segala keterbatasan. Untuk keperluan dan makan sehari-hari, mereka hanya mengharap belas kasihan dari tetangga sekitar tempat tinggalnya.

Babil selalu berdoa agar kedua orangtuanya bisa sembuh kembali. ''Saya ingin orangtua saya sembuh,'' harapnya.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:PON
wwwwww