Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kata Hetifah tentang PJJ 'Hybrid'
DPR RI
20 jam yang lalu
Kata Hetifah tentang PJJ Hybrid
2
Lukman Edy: Erick Thohir Membangun Sinergi BUMN dengan TNI-Polri
Ekonomi
23 jam yang lalu
Lukman Edy: Erick Thohir Membangun Sinergi BUMN dengan TNI-Polri
3
Rahmat Gobel Sebut Komisi VII Ribut dengan Dirut Inalum Hanya Salah Paham
Politik
10 jam yang lalu
Rahmat Gobel Sebut Komisi VII Ribut dengan Dirut Inalum Hanya Salah Paham
4
Ety Toyib Lolos dari Hukuman Mati, Kepala BP2MI: Ini Berkat Kerja Kolaboratif Pemerintah dan Ormas Islam
Ekonomi
24 jam yang lalu
Ety Toyib Lolos dari Hukuman Mati, Kepala BP2MI: Ini Berkat Kerja Kolaboratif Pemerintah dan Ormas Islam
5
Kasus PMI Lolos dari Hukuman Mati, Gus Jazil: Satu Nyawa Sangat Berharga
Politik
23 jam yang lalu
Kasus PMI Lolos dari Hukuman Mati, Gus Jazil: Satu Nyawa Sangat Berharga
6
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
Peristiwa
8 jam yang lalu
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Begini Penampakan Gerhana Bulan Penumbra Dini Hari Tadi

Begini Penampakan Gerhana Bulan Penumbra Dini Hari Tadi
Gerhana bulan penumbra, Sabtu (6/6/2020) dini hari. (tribunnews)
Sabtu, 06 Juni 2020 17:31 WIB
JAKARTA - Pada Sabtu (6/6/2020) dini hari terjadi gerhana bulan penumbra dan strawberry full moon (bulan purnama strawberry). Fenomena alam ini dapat disaksikan dengan mata telanjang di seluruh wilayah Indonesia.

Dikutip dari Kompas.com yang melansir laman Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gerhana bulan adalah peristiwa ketika terhalangnya cahaya matahari oleh bumi sehingga tidak semuanya sampai ke bulan.

Sementara itu, gerhana bulan penumbra (GBP) terjadi saat posisi bulan-matahari-bumi tidak persis sejajar.

Fenomena GBP pada 6 Juni 2020 merupakan anggota ke-67 dari 71 anggota pada seri Saros 111.

Adapun bulan purnama strawberry adalah bulan purnama biasa yang terjadi pada bulan Juni.

Saat fenomena ini terjadi, bulan akan terletak di belakang bumi jika dilihat dari matahari dan wajahnya akan sepenuhnya disinari oleh cahaya matahari.

Saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (6/6/2020), Kepala Bidang Diseminasi Pusat Sains Antariksa Lapan Dr E Sungging, MSi, membenarkan telah disaksikannya kedua fenomena tersebut dini hari tadi.

Tidak sama dengan gerhana matahari total, pengamatan terhadap gerhana bulan penumbra dapat dilihat dengan mata telanjang secara langsung tanpa menimbulkan kekhawatiran.

Menurut Sungging, pengamatan dilakukan di sejumlah Balai Pengamatan seperti Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer Sumedang dan Kantor Balai Pengelola Observatorium Nasional, Kabupaten Kulang, Nusa Tenggara Timur.

Namun, pengamatan mengalami gangguan sekitar pukul 02.00 WIB atau 03.00 WITA dimana bulan mulai tertutup oleh awan atau mendung.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Peristiwa

wwwwww