Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
19 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
13 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
16 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
14 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
14 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
12 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Home  /  Berita  /  Nasional

Diperlakukan Tak Manusiawi, 2 WNI ABK Kapal China Terjun ke Laut di Selat Malaka

Diperlakukan Tak Manusiawi, 2 WNI ABK Kapal China Terjun ke Laut di Selat Malaka
Dua WNI, IJ dan R, yang bekerja sebagai ABK di kapal berbendera China berhasil diselamatkan setelah nekat terjun ke laut. (detikcom)
Sabtu, 06 Juni 2020 22:39 WIB
JAKARTA - Dua warga negara Indonesia (WNI), AJ (30) dan R (22), yang bekerja sebagai anak buah kapal di kapal berbendera China, Fu Lu Qing Yuan Yu, terjun ke laut di perairan Pulau Karimun Anak pada Jumat (5/6/2020) malam.

Dikutip dari detikcom, kedua WNI ABK itu nekat melompat ke laut karena tidak tahan dengan perlakuan tidak manusiawi dari atasannya di kapal tersebut.

''Selama di atas kapal bekerja, terjadi kekerasan dan tidak istirahat, serta makan tidak cukup, sehingga para pekerja asal Indonesia yang ada di atas itu tidak betah bekerja,'' kata Direktur Polisi Air (Dirpolair) Polda Kepri Kombes GR Gultom saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (6/6/2020).

AJ dan R nekat terjun ke laut setelah menyadari kapal Fu Lu Qing Yuan Yu memasuki perairan Indonesia. Mereka ditemukan oleh nelayan binaan Ditpolair Polda Kepri di perairan Pulau Karimun Anak pada Sabtu dini hari.

Keduanya melompat dari kapal saat melintas di wilayah Selat Malaka. Mereka lalu dievakuasi nelayan yang mendengar suara orang minta tolong.

''Saat kapal memasuki wilayah perairan Indonesia, tepatnya di perairan Selat Malaka, kedua korban berniat untuk terjun dengan menggunakan life jacket. Sekira pukul 03.00 WIB, saksi mendengarkan suara teriakan 'tolong... tolong...'. Setelah itu saksi mendengar kembali suara orang juga minta tolong,'' jelas Gultom.

''Lalu saksi langsung menghidupkan mesin pompong dan berjalan mengikuti arah, mencari-cari asal suara, dan menjumpai dua orang yang sedang mengapung dengan menggunakan pelampung,'' sambung dia.

Gultom menerangkan kedua korban dalam kondisi lemah saat dievakuasi oleh nelayan. Kedua korban kemudian langsung dibawa ke pelabuhan rakyat di Kabupaten Karimun.

''Nelayan yang menolong atas nama Tengku Azahar (35) menghubungi kepolisian dari Polsek Tebing dan Satuan Polairud Polres Karimun,'' terang Gultom.

Kepada polisi, korban mengaku mengapung di laut sejak malam hari sebelum mereka ditemukan. ''Mereka mengapung dari pukul 20.00 WIB (5 Juni 2020),'' imbuh Gultom.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:Olympic, Nasional
wwwwww