Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pembahasan Omnibuslaw Ciptaker di Hotel sesuai Tatib, Parlemen Menjelaskan
DPR RI
21 jam yang lalu
Pembahasan Omnibuslaw Ciptaker di Hotel sesuai Tatib, Parlemen Menjelaskan
2
Akhirnya, Polisi Bekuk Pelaku Vandalisme Musola di Tangerang, Ternyata Berstatus Mahasiswa
Peristiwa
15 jam yang lalu
Akhirnya, Polisi Bekuk Pelaku Vandalisme Musola di Tangerang, Ternyata Berstatus Mahasiswa
3
Kemendagri Dorong Kampanye Pilkada Menunjang Prokes
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Kemendagri Dorong Kampanye Pilkada Menunjang Prokes
4
Kutuk Aksi Vandalisme Musolla, Korpolkam DPR Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi
GoNews Group
14 jam yang lalu
Kutuk Aksi Vandalisme Musolla, Korpolkam DPR Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi
5
Duh... Anggota DPRD Dari Partai Golkar Ini Jadi Bandar Narkoba
Hukum
18 jam yang lalu
Duh... Anggota DPRD Dari Partai Golkar Ini Jadi Bandar Narkoba
6
Ketua DPR Minta Peserta Pilkada Tak Mobilisasi Massa saat Kampanye
Politik
18 jam yang lalu
Ketua DPR Minta Peserta Pilkada Tak Mobilisasi Massa saat Kampanye
Home  /  Berita  /  Politik

Lima Elemen Perubahan untuk Keluar dari Krisis Pandemi Ala Ketum Gelora

Lima Elemen Perubahan untuk Keluar dari Krisis Pandemi Ala Ketum Gelora
Senin, 08 Juni 2020 12:18 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Muhammad Anis Matta, meminta semua pihak agar krisis berlarut akibat dampak pandemi Covid-19 tidak dimaknai sebagai musibah, tetapi pertanda baik akan ada perubahan besar yang terjadi.

"Tidak ada perubahan besar tanpa krisis. Krisis itu adalah elemen pertama yang dibutuhkan oleh perubahan. Krisis itu jangan dikatakan musibah, karena itu pertanda baik dari Allah SWT. Ini adalah pintu masuk untuk melakukan perubahan besar," kata Anis Matta dalam Halalbihalal virtual dengan DPW Partai Gelora Indonesia Jawa Barat, Sabtu (6/6/2020) malam.

Menurut Anis, untuk melakukan perubahan besar agar Indonesia bisa keluar dari krisis dan menjadi kekuatan lima besar dunia, diperlukan lima elemen. Yakni, krisis itu sendiri harus dilihat dari sudut pandang pintu masuk perubahan. Krisis ini ujar dia, tidak boleh dilihat sebagai musibah tapi sebagai peluang perubahan besar.

Namun untuk melewati krisis panjang ini, Anis melihat, dibutuhkan daya tahan yang panjang. Sementara kemampuan manusia terbatas. Lalu apa yang membuat manusia bisa bertahan dalam krisis namun dalam waktu yang sama bisa inovatif?

"Agama menjadi sumber energi atau harapan, dalam setiap riwayatnya selalu mengabarkan adanya hope dan keyakinan tentang kehidupan manusia," tuturnya.

"Elemen kedua ini, adalah cerita masa depan yang kita sebut dengan narasi atau mimpi yang memberikan 'cahaya di ujung lorong gelap' untuk bangkit dari krisis berlarut ini," kata mantan Presiden PKS ini.

Setelah itu lanjut dia, akan muncul elemen ketiga leader (pemimpin) yang akan membuat inovasi di tengah krisis. Pemimpin ini akan menciptakan struktur kekuatan politik, ekonomi dan teknologi yang kuat.

"Pemimpin ini akan didukung tim pioner atau trasmitter. Tim pioner ini merupakan elemen keempat yang menjadi penyambung untuk bisa menerjemahkan mimpi-mimpi pemimpin menjadi kenyataan," jelas Anis.

Adapun elemen kelima adalah kaum (komunitas) atau umat (rakyat), yang mempunyai kesamaan arti jalan hidup atau peta jalan. "Sekelompok orang ini sebagai jalan keluar dari krisis. Rakyat itu pelaku sejarah perubahan dan karena itu rakyat harus bisa dikonsolidasi," katanya mantan Wakil Ketua DPR ini.

Pemimpin baru ini, nantinya akan banyak membuat Inovasi, baik itu sistem teknologi dan ekonomi, maupun aliansi global baru, dimana terbangun fondasi kesejahteraan dan kemakmuran jangka panjang sebagai kekuatan ekonomi dunia.

"Kita harus membangun fondasi kesejahteraan jangka panjang. Itulah kenapa kita butuh arah baru, tapi jangan lupa hadirkan agama di setiap perubahan agar tidak berakhir kelam dan anarki," tutup Anis Matta.***

wwwwww