Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
Pemerintahan
24 jam yang lalu
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
2
Misbakhun Dorong Efektivitas Ratusan Triliun Subsidi Energi
DPR RI
14 jam yang lalu
Misbakhun Dorong Efektivitas Ratusan Triliun Subsidi Energi
3
KAI Butuh Dana Talangan, Legislator Dorong Kreativitas Bisnis
DPR RI
14 jam yang lalu
KAI Butuh Dana Talangan, Legislator Dorong Kreativitas Bisnis
4
DPR Tegaskan Pentingnya Penyelamatan UMKM Segera
DPR RI
13 jam yang lalu
DPR Tegaskan Pentingnya Penyelamatan UMKM Segera
5
NJOP Tinggi dan Memberatkan, Legislator Lirik Insentif sebagai Solusi
DPR RI
13 jam yang lalu
NJOP Tinggi dan Memberatkan, Legislator Lirik Insentif sebagai Solusi
6
Siapkan Rp2,6 Triliun untuk Pesantren, Gus Jazil: Aspirasi Kita Didengar dan Direspon Presiden Jokowi
MPR RI
23 jam yang lalu
Siapkan Rp2,6 Triliun untuk Pesantren, Gus Jazil: Aspirasi Kita Didengar dan Direspon Presiden Jokowi
Home  /  Berita  /  Politik

Dinasihati karena Tagar Tenggelamkan Gerindra, Ini Tanggapan Arief Poyuono

Dinasihati karena Tagar Tenggelamkan Gerindra, Ini Tanggapan Arief Poyuono
Waketum Gerindra, Arief Poyuono. (Istimewa)
Rabu, 17 Juni 2020 16:23 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono enggan menanggapi pernyataan Juru Bicara Partai Gerindra Habiburokhman yang mengaku sudah menasihati dirinya. Namun, Arief Poyuono menilai Habiburokhman seolah menjadi gurunya.

"Dia (Habiburokhman-red) ngomong aku muridnya dia. Ya biar aja lah. Dia ngaku guru saya," ujar Arief Poyuono, Rabu (17/6/2020).

Diberitakan sebelumnya, Habiburokhman melalui akun Twitternya, @HabiburokhmanJktTimur mengaku sudah menasehati Arief Poyuono. Habiburokhman juga mengingatkan Arief bahwa sikap Partai Gerindra jelas anti-PKI.

Habiburokhman juga menjelaskan bahwa pernyataan Arief Poyuono terkait isu kebangkitan PKI tidak mewakili Partai Gerindra.

Adapun penjelasan Habiburokhman itu menyikapi tanda pagar atau hashtag #tenggelamkangerindra ramai di media sosial Twitter sejak Selasa 15 Juni 2020.

Tanda pagar (tagar) itu muncul menyusul beredarnya video rekaman pernyataan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono di Twitter. Dalam video itu, Arief yang berbincang dengan seseorang menyatakan isu PKI sengaja diembuskan oleh "kadrun-kadrun".***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Okezone.com
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww