Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
Pemerintahan
22 jam yang lalu
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
2
RUU HIP Bergejolak, PDIP Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg DPR RI
Politik
23 jam yang lalu
RUU HIP Bergejolak, PDIP Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg DPR RI
3
Guru Besar UGM Sebut Nadiem Lebih Cocok jadi Dirjen Ketimbang Menteri
Pendidikan
23 jam yang lalu
Guru Besar UGM Sebut Nadiem Lebih Cocok jadi Dirjen Ketimbang Menteri
4
Misbakhun Dorong Efektivitas Ratusan Triliun Subsidi Energi
DPR RI
12 jam yang lalu
Misbakhun Dorong Efektivitas Ratusan Triliun Subsidi Energi
5
KAI Butuh Dana Talangan, Legislator Dorong Kreativitas Bisnis
DPR RI
12 jam yang lalu
KAI Butuh Dana Talangan, Legislator Dorong Kreativitas Bisnis
6
NJOP Tinggi dan Memberatkan, Legislator Lirik Insentif sebagai Solusi
DPR RI
12 jam yang lalu
NJOP Tinggi dan Memberatkan, Legislator Lirik Insentif sebagai Solusi
Home  /  Berita  /  Umum

Jangan Lupa Saksikan Gerhana Matahari Cincin Awal Pekan Depan

Jangan Lupa Saksikan Gerhana Matahari Cincin Awal Pekan Depan
Ilustrasi Gerhana Matahari Cincin. (BMKG/detikcom)
Kamis, 18 Juni 2020 13:40 WIB
JAKARTA - Gerhana Matahari Cincin (GMC) akan terjadi pada Ahad (21/6/2020). GMC ini dapat dilihat di sejumlah negara, termasuk di Indonesia.

Namun di Indonesia GMC tidak terlihat utuh, hanya tampak sebagian. Itu pun tidak di semua daerah, hanya di 83 kota dan kabupaten di Tanah Air.

Dikutip dari detikcom, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, di sebagian daerah tidak terlihat fenomena GMC karena nilai magnitudo gerhananya kurang dari 0.

''Gerhana Matahari Cincin (GMC) pada 21 Juni 2020 yang dapat diamati di Indonesia berupa Gerhana Matahari Sebagian, kecuali di sebagian besar Jawa dan sebagian kecil Sumatera bagian Selatan,'' dikutip dari keterangan resmi BMKG, Rabu (17/6/2020).

Warga di dua kota di Bengkulu, tujuh kota di Lampung, sepuluh kota Jawa Tengah, tujuh kota di Jawa Timur, semua kota di Jawa Barat (kecuali Indramayu), Banten, DKI Jakarta, dan DI Yogyakarta, tak bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian itu. Selain itu, tujuh kota di Papua juga tidak dapat mengamati puncak dan kontak akhir Gerhana Matahari karena matahari di kawasan itu sudah terbenam saat kedua fase itu terjadi.

''Sementara itu, pengamat yang berada di antara garis oranye dan ungu, yaitu di 50 kota yang tersebar di Papua, Papua Barat, dan sebagian besar Maluku tidak akan mengamati kontak akhir,'' tulis BMKG.

Tapi, ada kota/kabupaten yang bisa melihat lebih banyak lagi. Yakni, hingga 432 pusat kota dan kabupaten di 31 provinsi bisa menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian. Kota-kota itu memiliki magnitudo GMC terentang antara 0,000 di Kepanjen, Jawa Timur sampai dengan 0,522 di Melonguane, Sulawesi Utara.

BMKG menyampaikan Gerhana Matahari Cincin terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi tepat segaris dan pada saat itu piringan bulan yang teramati dari bumi lebih kecil daripada piringan matahari. Akibatnya, matahari akan tampak seperti cincin saat puncak gerhana, yaitu gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya.

Selain di Indonesia, Gerhana Matahari Sebagian juga bakal dinikmati warga di negara Afrika bagian Utara dan Timur, Asia, Samudera Hindia, sebagian negara Eropa, Australia bagian Utara, dan Samudera Pasifik.

Sementara itu, Gerhana Matahari Cincin melewati Kongo, Sudan Selatan, Ethiopia, Yaman, Oman, Pakistan, India, Cina, dan Samudera Pasifik.

Perbedaan itu disebabkan oleh dua macam bayangan bulan yang terbentuk saat Gerhana Matahari Cincin, yakni antumbra dan penumbra. Di wilayah yang terlewati antumbra, gerhana yang teramati akan berupa Gerhana Matahari Cincin. Adapun di wilayah yang terkena penumbra, gerhana yang teramatinya berupa Gerhana Matahari Sebagian. ***

Editor:hasan b
Sumber:detikcom
Kategori:Umum

wwwwww