Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
Pemerintahan
22 jam yang lalu
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
2
RUU HIP Bergejolak, PDIP Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg DPR RI
Politik
24 jam yang lalu
RUU HIP Bergejolak, PDIP Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg DPR RI
3
Guru Besar UGM Sebut Nadiem Lebih Cocok jadi Dirjen Ketimbang Menteri
Pendidikan
23 jam yang lalu
Guru Besar UGM Sebut Nadiem Lebih Cocok jadi Dirjen Ketimbang Menteri
4
Misbakhun Dorong Efektivitas Ratusan Triliun Subsidi Energi
DPR RI
12 jam yang lalu
Misbakhun Dorong Efektivitas Ratusan Triliun Subsidi Energi
5
KAI Butuh Dana Talangan, Legislator Dorong Kreativitas Bisnis
DPR RI
12 jam yang lalu
KAI Butuh Dana Talangan, Legislator Dorong Kreativitas Bisnis
6
NJOP Tinggi dan Memberatkan, Legislator Lirik Insentif sebagai Solusi
DPR RI
12 jam yang lalu
NJOP Tinggi dan Memberatkan, Legislator Lirik Insentif sebagai Solusi
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Terancam Putus Sekolah Akibat Covid-19, MTXL Axiata Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

Terancam Putus Sekolah Akibat Covid-19, MTXL Axiata Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
Ketua MTXL West Region, H. Maf'ul Taufiq, Koordinator Darul Aytam waddhuaffa dan LTQ, Mahar Alang, Head of Sales Greater Medan, Horas Lubis, Ketua Pembina Yayasan Halimatussa'diah Amaliyah Indonesia, Zahirman SE, Ketua Yayasan Yayasan Halimatussa'diah
Jum'at, 19 Juni 2020 20:13 WIB

DELI SERDANG - Majelis Ta’lim Karyawan PT. XL Axiata Tbk (XL Axiata) memberikan bantuan untuk masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, khususnya anak-anak yatim dan dhuafa yang saat ini sedang mengenyam Pendidikan.

Mereka terancam putus sekolah karena kendala dalam pembiayaan akibat dampak pandemi Covid-19. Donasi dari karyawan XL Axiata ini dilakukan melalui Yayasan Halimatussa’diah Amaliah, yang mengelola Darul Aytam Waddhuaffa Al Umm, salah satu pondok pesantren di Deli Serdang, Sumatera Utara, yang menampung banyak anak yatin dan duafa dimaksud.

Head of Sales XL Axiata Greater Medan, Horas Lubis dan Ketua MTXL West Region, H. Maf’ul Taufiq menyerahkan donasi kepada pimpinan yayasan, Drs. Alwi Batubara, Jumat (19/6/2020).

Horas Lubis mengatakan,”Sebagai perusahaan layanan telekomunikasi dan data, XL Axiata terus menerus menunjukkan keperdulian untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19. Berbagai dukungan telah dilakukan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat yang terdampak saat ini. Termasuk dengan yatim dan dhuafa yang saat ini membutuhkan uluran tangan. Melalui Majelis Ta’lim XL Axiata, kami hadir di Darul Aytam Waddhuaffa Al Umm untuk melihat langsung kegiatan belajar mengajar para santri dan santriwati yang masih melangsungkan aktivitas menghafal Al Qur’an dan aktivitas lain selama pandemi terjadi. Dan memberi semangat agar terus belajar dan menjadi penghafal Al Quran yang baik.”

GoRiau

Horas Lubis menambahkan bahwa bantuan ini merupakan hasil pengumpulan dana zakat, infaq dan sedekah karyawan XL Axiata yang secara rutin dikumpulkan setiap bulan dan dikelolah Majelis Ta’lim XL Axiata untuk disalurkan kepada orang-orang yang berhak menerima zakat. Ketentuan tentang siapa saja yang berhak menerima zakat telah diatur dengan jelas dalam Al Quran.

”Alhamdulillah, kehadiran Majelis Ta’lim XL Axiata ditempat kami memberikan obat penyemangat bagi kami untuk terus mengelola Darul Aytam Waddhuaffa Al Umm disaat musim pandemi ini. Saat ini kami mengasuh sebanyak 30 santri dan santriwati untuk belajar dan menghafal Al Quran. Bahkan ada beberapa santri yang sudah bisa menghafalkan Al-Qur’an sebanyak 30 juz. Semangat anak-anak ini tidak akan kita biarkan putus sekolah begitu saja, pendidikan mereka harus terus diperhatikan. Terima kasih kepada XL Axiata melalui Majelis Ta’lim XL Axiata dan rekan-rekan media yang sudah membantu Darul Aytam Waddhuaffa Al Umm,” sebut Drs Alwi Batubara.

Saat ini, Darul Aytam Waddhuaffa Al Umm mengasuh sebanyak 30 orang santri dan santriwati untuk belajar dan menghafal Al Quran. Tetapi sejak covid-19, mengalami kendala dalam pembiayaan yatim dan dhuafa, baik pendidikan maupun biaya sandang pangan.

Kendala tersebut berupa sumber dana dari para donatur sebelumnya sudah tidak menyalurkan bantuan baik sebagai orang tua asuh maupun donatur tetap yg diakibatkan covid19. Karena itu, pihak pengelola membutuhkan uluran tangan agar para donatur untuk dapat menopang pembiayaan yang dibutuhkan oleh para santri yatim dan dhuafa. (rls)

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Ekonomi

wwwwww