Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
Pemerintahan
13 jam yang lalu
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
2
PJJ Belum Bisa Diterapkan di Luar Pandemi
DPR RI
13 jam yang lalu
PJJ Belum Bisa Diterapkan di Luar Pandemi
3
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
DPR RI
13 jam yang lalu
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
4
Setjen MPR RI Tandatangani MoU dengan BSSN RI
MPR RI
11 jam yang lalu
Setjen MPR RI Tandatangani MoU dengan BSSN RI
5
GKSB DPR RI Sarankan Palestina Belajar dari Sejarah Indonesia
DPR RI
10 jam yang lalu
GKSB DPR RI Sarankan Palestina Belajar dari Sejarah Indonesia
6
Mendagri Beri Waktu Sepekan Pencairan Anggaran Pilkada di Papua
Pemerintahan
7 jam yang lalu
Mendagri Beri Waktu Sepekan Pencairan Anggaran Pilkada di Papua
Home  /  Berita  /  Hukum

Nikita Mirzani Dituntut 6 Bulan Penjara Terkait Penganiayaan

Nikita Mirzani Dituntut 6 Bulan Penjara Terkait Penganiayaan
Nikita Mirzani. (Istimewa)
Senin, 22 Juni 2020 21:13 WIB
JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Nikita Mirzani enam bulan pidana penjara dengan masa percobaan selama 12 bulan. Jaksa menilai Nikita terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum melakukan tindak pidana penganiayaan sebagaimana diatur dalam Pasal 351 Ayat 1 KUHP.

"Meminta kepada ketua pengadilan yang mengadili perkara ini, satu, menyatakan Terdakwa Nikita Mirzani terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penganiayaan," ujar Jaksa Sigit Hendradi saat membacakan amar tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (22/6).

Jaksa mengungkapkan hal yang memberatkan adalah perbuatan Nikita telah menyebabkan mantan suaminya, Dipo Latief, mengalami luka. Sedangkan hal yang meringankan adalah Nikita menyesali perbuatannya dan meminta maaf, hidup berdamai setelah kejadian terlihat beberapa waktu sempat hidup rukun, serta terdakwa berstatus single parent atau orang tua tunggal.

Menanggapi tuntutan ini, pihak kuasa hukum Nikita akan menyampaikan nota pembelaan atau pleidoi pada sidang tanggal 1 Juli 2020 mendatang.

Nikita diduga melakukan penganiayaan terhadap mantan suaminya, Dipo Latief. Dipo melaporkan Nikita ke Polres Jakarta Selatan.

Nikita lalu dijemput oleh polisi pada 31 Januari lalu lantaran dua kali tak memenuhi panggilan pemeriksaan. Dia dijemput pada waktu dini hari di kediamannya di kawasan Mampang, Jakarta Selatan.

Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan sempat menetapkan Nikita sebagai tahanan kota sesuai permintaannya. Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan karena dia adalah orang tua tunggal.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Gelora.co
Kategori:GoNews Group, Hukum, Peristiwa, DKI Jakarta

wwwwww