Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
16 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
16 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
16 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
16 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
16 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
16 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Metropolitan

PMI Kembali ke Tanah Air, Jazilul Fawaid: Pemerintah harus Ciptakan Lapangan Kerja untuk Para Pahlawan Devisa

PMI Kembali ke Tanah Air, Jazilul Fawaid: Pemerintah harus Ciptakan Lapangan Kerja untuk Para Pahlawan Devisa
Wakil Ketua MPR RI,Jazilul Fawaid. (Istimewa)
Senin, 22 Juni 2020 21:56 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid meminta Pemerintah dalam hal Ini Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop dan UKM) untuk membuat skema khusus UMKM bagi purna Pekerja Migran Indonesia.

Demikian diungkapkan Gus Jazil sapaan akrab Jazilul Fawid, merespon pernyataan Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo yang mengatakan 144.327 PMI telah kembali ke Indonesia. Dan 103 ribu diantaranya telah berada di kampung halamannya masing-masing.

"Kredit UMKM saat ini masih banyak belum terserap, nah ini bisa jadi solusi dengan adanya skema khusus UMKM bagi purna pekerja migran," ujar Gus Jazil, Senin (22/6/2020) di Jakarta.

"Jangan sampai, kepulangan mereka (PMI), malah justru menambah angka pengangguran di Indonesia," tambah politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Selain itu kata Gus Jazil, Pemerintah juga perlu menyiapkan skema khusus untuk menangani dampak dari kepulangan para Pekerja Migran Indonesia dari berbagai negara itu. "Mestinya Kemnaker dan BP2MI harus menyiapkan beberapa program khusus. Mereka kita sebut sebagi pahlawan devisa, mestinya kita sambut kepulangan mereka layaknya pahlawan, kita sambut dengan menyiapkan program khusus juga," tandasnya.

Koordinator Nasional Nusantara Mengaji ini melanjutkan, kepulangan para pekerja migran ini memang menyisakan dilema. Pertama ada sebagian dari PMI yang diharuskan pulang karena habis kontrak dan tidak diperpanjang.
Kedua, menjadi tugas berat Pemerintah, karena di dalam negeri sendiri sudah terjadi gelombang PHK besar-besaran akibat beberapa perusahaan terdampak Pandemi Covid-19.

"Ini tugas berat Pemerintah sekarang, sebab di dalam negeri kita ini juga akan dan sudah terjadi gelombang PHK. Ditambah lagi dengan kedatangan buruh migran yang juga perlu bekerja kembali," urainya.

Untuk itu, Pria yang suka memakai songkok asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur itu, meminta pemerintah memikirkan nasib para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang sebagai imbas pandemi Covid-19.

"Pemerintah harus memiliki solusi untuk Pekerja Migran Indonesia yang terpaksa pulang. Sebagian besar dari mereka selama ini menjadi tulang punggung keluarganya di kampung. Jika mereka tidak bekerja, maka pasti berdampak pada ekonomi keluarga dan secara kesuluruhan akan berdampak pada meningkatnya angka pengangguran di Indonesia," tukasnya.

"Sekali lagi, harus ada upaya terobosan penyediaan lapangan kerja untuk menyerap potensi mereka. Jika tidak, angka pengangguran semakin tinggi dan berpotensi menjadi masalah tersendiri di daerah," pungkasnya.***

wwwwww