Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
4 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
4 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
4 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
5 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Kriminal

Rano Ungkap Anggapan Indonesia Tempat Persembuyian Penjahat

Rano Ungkap Anggapan Indonesia Tempat Persembuyian Penjahat
Anggota Komisi III DPR RI, Rano Al Fath. (Foto: Ist.)
Senin, 22 Juni 2020 17:28 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI, Rano Al Fath mengungkapkan, "sering ada pelaku kejahatan dari luar melihat indonesia menjadi tempat persembuyian,". Ia mempertanyakan pengawasan pemerintah.

Penyataan Rano, menyusul terungkapnya tempat persembuyian buronan Federal Bureau of Investigation (FBI), Russ Albert Medlin di bilangan Kebayoran, Jakarta, Indonesia.

"Persoalan boron FBI yang lolos ke Indonesia, buron FBI ini melakukan penipuan Rp 10 triliun, ternyata bisa lolos ke Indonesia," kata Rano dalam Rapat Kerja Komisi III DPR RI dengan Kementerian Hukum dan HAM RI di Jakarta, Senin (22/6/2020).

Masih soal pengawasan orang asing, Rano menambahkan, saat ini masih sering sekali tenaga kerja asing masuk Indonesia tanpa melalu prosedur yang tepat. Masalah ini kembali lagi ke Dirjen Imigrasi, terlebih lagi orang asing tersebut dinyatakan positif Covid-19.

"Jadi masih banyak persoalan yang seolah-olah, kalau masuk ke Indonesia lebih mudah. Tenaga kerja asing di dapil saya, kebetulan ada dua tenaga kerja asing yang dinyatakan positif Corona," ungkap Politisi PKB itu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Kriminal, Nasional, Beladiri
wwwwww