Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sebut Santri Tahfidz Qur'an sebagai Calon Teroris, Gus Jazil Minta Denny Siregar Minta Maaf
Politik
7 jam yang lalu
Sebut Santri Tahfidz Quran sebagai Calon Teroris, Gus Jazil Minta Denny Siregar Minta Maaf
2
Maju Pilkada Bengkalis, Istri Tersangka Korupsi Didukung 4 Partai
Politik
3 jam yang lalu
Maju Pilkada Bengkalis, Istri Tersangka Korupsi Didukung 4 Partai
3
Survei LKPI: Nina Dai Bahtiar Unggul di Pilbup Indramayu karena Rakyat Kecewa Politik Dinasti
Politik
24 jam yang lalu
Survei LKPI: Nina Dai Bahtiar Unggul di Pilbup Indramayu karena Rakyat Kecewa Politik Dinasti
4
Kompolnas Soroti Kasus Pemalsuan Label SNI Rugikan Negara Rp2,7 Triliun
Hukum
23 jam yang lalu
Kompolnas Soroti Kasus Pemalsuan Label SNI Rugikan Negara Rp2,7 Triliun
5
Kawasan Wisata Terhambat Maju karena Sinyal, Mukhlis Minta Bantuan Operator
DPR RI
24 jam yang lalu
Kawasan Wisata Terhambat Maju karena Sinyal, Mukhlis Minta Bantuan Operator
6
Bandara Sudah Sediakan Rapid Test, Masyarakat Sudah Bisa Manfaatkan Penerbangan
Politik
7 jam yang lalu
Bandara Sudah Sediakan Rapid Test, Masyarakat Sudah Bisa Manfaatkan Penerbangan
Home  /  Berita  /  DPR RI

Rano Ungkap Anggapan Indonesia Tempat Persembuyian Penjahat

Rano Ungkap Anggapan Indonesia Tempat Persembuyian Penjahat
Anggota Komisi III DPR RI, Rano Al Fath. (Foto: Ist.)
Senin, 22 Juni 2020 17:28 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI, Rano Al Fath mengungkapkan, "sering ada pelaku kejahatan dari luar melihat indonesia menjadi tempat persembuyian,". Ia mempertanyakan pengawasan pemerintah.

Penyataan Rano, menyusul terungkapnya tempat persembuyian buronan Federal Bureau of Investigation (FBI), Russ Albert Medlin di bilangan Kebayoran, Jakarta, Indonesia.

"Persoalan boron FBI yang lolos ke Indonesia, buron FBI ini melakukan penipuan Rp 10 triliun, ternyata bisa lolos ke Indonesia," kata Rano dalam Rapat Kerja Komisi III DPR RI dengan Kementerian Hukum dan HAM RI di Jakarta, Senin (22/6/2020).

Masih soal pengawasan orang asing, Rano menambahkan, saat ini masih sering sekali tenaga kerja asing masuk Indonesia tanpa melalu prosedur yang tepat. Masalah ini kembali lagi ke Dirjen Imigrasi, terlebih lagi orang asing tersebut dinyatakan positif Covid-19.

"Jadi masih banyak persoalan yang seolah-olah, kalau masuk ke Indonesia lebih mudah. Tenaga kerja asing di dapil saya, kebetulan ada dua tenaga kerja asing yang dinyatakan positif Corona," ungkap Politisi PKB itu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, DPR RI, Nasional, Hukum

wwwwww