Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
14 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
16 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
11 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
9 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
9 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
8 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Baru Sadar, Jokowi: Ternyata Krisis Ekonomi Global Betul-betul Nyata!

Baru Sadar, Jokowi: Ternyata Krisis Ekonomi Global Betul-betul Nyata!
Kamis, 25 Juni 2020 18:57 WIB
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara mengenai parahnya kondisi ekonomi global saat ini. Semua itu diakibatkan oleh pandemi virus Corona yang hingga saat ini belum bisa dipastikan kapan akan berakhir.

Jokowi berbicara hal itu saat melakukan kunjungannya ke Jawa Timur dalam rangka meningkat posko penanganan dan penanggulangan Covid-19 di Jawa Timur.

"Sebelum masuk ke urusan Kesehatan saya juga ingin mengingatkan yang berkaitan dengan urusan ekonomi. Kemarin saya mendapat informasi bahwa krisis ekonomi global itu betul-betul nyata, ada benar dan semua merasakan," tuturnya dilansir melalui virtual, Kamis (25/6/2020).

Jokowi mengutip proyeksi IMF, tahun ini negara-negara besar akan mengalami penurunan ekonomi yang begitu dalam. Amerika Serikat, Inggris hingga Jepang ekonominya akan minus dan jatuh ke jurang resesi.

"IMF menyampaikan memprediksi bahwa tahun 2020 Amerika pertumbuhan ekonomi akan -8%, Jepang akan minus 5,8%, Inggris akan minus 10,2%, Prancis akan minus 12,5%, Italia akan minus 12,8%, Spanyol akan minus 12,8%, Jerman minus 7,5%," ujarnya.

Hal itu menggambarkan betapa mengerikannya kondisi ekonomi tahun ini. Bahkan IMF menyebut kondisi ini jauh lebih parah dari porak-porandanya ekonomi global pada masa The Great Depression di 1930-an.

"Satu setengah bulan yang lalu saya telepon pada Managing Directornya IMF Bu Kristalina dan dia mengatakan bahwa betul-betul dunia, global berada pada posisi krisis ekonomi yang tidak mudah, yang lebih dari depresi besar 1930," tambahnya.

Kondisi itu menggambarkan betapa wabah COVID-19 benar-benar memberikan guncangan yang besar terhadap perekonomian. Seluruh sisi dihantam, baik permintaan, suplai maupun produksi.

"Artinya apa, demand akan terganggu, kalau demand terganggu supply akan tergantung, kalau supply-nya terganggu artinya produksi juga akan terganggu. Artinya demand, supply, produksi semuanya rusak dan terganggu. Inilah yang juga harus kita ketahui bersama, bahwa kita dalam proses mengendalikan Covid-19, urusan kesehatan, tetapi kita juga memiliki masalah yang lain yaitu urusan ekonomi," ucapnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:detik.com
Kategori:Badminton, Voli, Ekonomi, Olympic, DKI Jakarta
wwwwww