Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Pemerintahan
19 jam yang lalu
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
2
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Kesehatan
5 jam yang lalu
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
3
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di 'Kota Hujan'
MPR RI
6 jam yang lalu
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di Kota Hujan
4
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
Politik
6 jam yang lalu
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
5
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
Ekonomi
6 jam yang lalu
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
6
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
Kesehatan
5 jam yang lalu
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Baru Sadar, Jokowi: Ternyata Krisis Ekonomi Global Betul-betul Nyata!

Baru Sadar, Jokowi: Ternyata Krisis Ekonomi Global Betul-betul Nyata!
Kamis, 25 Juni 2020 18:57 WIB
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara mengenai parahnya kondisi ekonomi global saat ini. Semua itu diakibatkan oleh pandemi virus Corona yang hingga saat ini belum bisa dipastikan kapan akan berakhir.

Jokowi berbicara hal itu saat melakukan kunjungannya ke Jawa Timur dalam rangka meningkat posko penanganan dan penanggulangan Covid-19 di Jawa Timur.

"Sebelum masuk ke urusan Kesehatan saya juga ingin mengingatkan yang berkaitan dengan urusan ekonomi. Kemarin saya mendapat informasi bahwa krisis ekonomi global itu betul-betul nyata, ada benar dan semua merasakan," tuturnya dilansir melalui virtual, Kamis (25/6/2020).

Jokowi mengutip proyeksi IMF, tahun ini negara-negara besar akan mengalami penurunan ekonomi yang begitu dalam. Amerika Serikat, Inggris hingga Jepang ekonominya akan minus dan jatuh ke jurang resesi.

"IMF menyampaikan memprediksi bahwa tahun 2020 Amerika pertumbuhan ekonomi akan -8%, Jepang akan minus 5,8%, Inggris akan minus 10,2%, Prancis akan minus 12,5%, Italia akan minus 12,8%, Spanyol akan minus 12,8%, Jerman minus 7,5%," ujarnya.

Hal itu menggambarkan betapa mengerikannya kondisi ekonomi tahun ini. Bahkan IMF menyebut kondisi ini jauh lebih parah dari porak-porandanya ekonomi global pada masa The Great Depression di 1930-an.

"Satu setengah bulan yang lalu saya telepon pada Managing Directornya IMF Bu Kristalina dan dia mengatakan bahwa betul-betul dunia, global berada pada posisi krisis ekonomi yang tidak mudah, yang lebih dari depresi besar 1930," tambahnya.

Kondisi itu menggambarkan betapa wabah COVID-19 benar-benar memberikan guncangan yang besar terhadap perekonomian. Seluruh sisi dihantam, baik permintaan, suplai maupun produksi.

"Artinya apa, demand akan terganggu, kalau demand terganggu supply akan tergantung, kalau supply-nya terganggu artinya produksi juga akan terganggu. Artinya demand, supply, produksi semuanya rusak dan terganggu. Inilah yang juga harus kita ketahui bersama, bahwa kita dalam proses mengendalikan Covid-19, urusan kesehatan, tetapi kita juga memiliki masalah yang lain yaitu urusan ekonomi," ucapnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:detik.com
Kategori:GoNews Group, Pemerintahan, Ekonomi, Peristiwa, DKI Jakarta

wwwwww