Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
Pemerintahan
13 jam yang lalu
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
2
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
Kesehatan
13 jam yang lalu
Rencana Kementan Luncurkan Kalung Antivirus Corona, #KalungAntiBego jadi Trending di Twitter
3
Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
Pemerintahan
13 jam yang lalu
Kontroversi Kalung Anti Virus Corona, Antara Obat dan Ajian Jimat
4
Gus Jazil Minta Pemerintah Selamatkan Lembaga Pendidikan Swasta
Pendidikan
14 jam yang lalu
Gus Jazil Minta Pemerintah Selamatkan Lembaga Pendidikan Swasta
5
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Pemerintahan
2 jam yang lalu
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Home  /  Berita  /  Sepakbola
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020

Gianluca Claudio Ikuti Jejak Sang Ayah

Gianluca Claudio Ikuti Jejak Sang Ayah
Kamis, 25 Juni 2020 00:54 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SAMARINDA - Gianluca Claudio Pandeynuwu pernah bermimpi ingin menjadi juru gedor. Namun, dia haru menerima kenyataan posisinya lebih tepat menjadi kiper. Dan, kini posisinya menjadi kiper utama Borneo FC Samarinda.

Gianluca memiliki sosok ayah bernama Hendra Pandeynuwu yang juga seorang kiper legendaris Sulawesi Utara dan pernah memperkuat beberapa tim Tanah Air. Meski tak memiliki prestasi mentereng, namun jejak orangtua diikutinya dengan baik.

Meski berstatus kiper, Hendra tak menuntut anaknya menjadi penjaga gawang. Namun karena memiliki tubuh gempal dari anak normal lainnya, Gianluca dianggap layak mengisi benteng terakhir.

"Saat saya masih bermain di level junior, pelatih minta jadi kiper. Lama-lama terbiasa dan puji Tuhan bisa sampai sekarang," ungkap Gian, sapaannya.

Memori Gian merekam dengan jelas jika sang ayah tak menuntutnya menjadi kiper sejak kecil. Namun saat dia menemani orangtuanya berlatih, sering membantu menangkap bola.

"Kalau posisi favorit ya striker. Tapi waktu kecil saya gendut. Kalau di kampung, anak-anak yang badannya besar jadi kiper," kenangnya.

Pada awal karir profesional, Gianluca mengaku tahun 2015 dia mengikuti seleksi di Borneo FC U-21. Namun, akibat dihentikannya kompetisi waktu itu karena dibekukan FIFA, membuat dia gagal merasakan debut perdananya bersama Pesut Etam.

"Saya dan teman yang lain sempat kecewa dan pulang ke kampung masing-masing. Kalau keluarga tetap mendukung dan meminta tetap berlatih. Sampai akhirnya klub menghubungi lagi dan minta gabung 2016. Itu awal saya bermain," jelasnya.

Berstatus kiper muda potensial, Gian pernah kesulitan menembus skuat inti Borneo FC. Bahkan 2017 silam dirinya sempat dipinjamkan ke PSPS Pekanbaru selama semusim. Namun berkat penampilan apiknya berkompetisi di Liga 2 kala itu, manajemen Pesut Etam kembali menariknya di musim selanjutnya. ***


wwwwww