Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Pemerintahan
19 jam yang lalu
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
2
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Kesehatan
5 jam yang lalu
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
3
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di 'Kota Hujan'
MPR RI
5 jam yang lalu
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di Kota Hujan
4
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
Politik
6 jam yang lalu
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
5
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
Ekonomi
5 jam yang lalu
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
6
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
Kesehatan
5 jam yang lalu
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Soal Polemik dengan Shin Tae Yong, Rayana: Pecat Indra Sjafri dan Bubarkan Satgas Timnas

Soal Polemik dengan Shin Tae Yong, Rayana: Pecat Indra Sjafri dan Bubarkan Satgas Timnas
Rayana Djakasuria. (dok.Pribadi)
Kamis, 25 Juni 2020 00:34 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan harus menghormati kontrak yang telah ditandatangani dengan pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae Yong yang menangani Tim Nasional (Timnas) Indonesia. Apalagi, Shin Tae Yong berani mempertaruhkan reputasinya dengan menerima tawaran Indonesia yang berada di peringkat 173 dunia.

"Shin Tae Yong itu pelatih yang sudah menunjukkan kualitasnya dan pasti akan bekerja secara profesional. Ketika menandatangani kontrak, Shin Tae Yong njuga sangat paham resiko yang dihadapinya jika gagal membawa Timnas Indonesia meraih prestasi yang lebih baik. Makanya, PSSI tidak boleh mencampuri urusan program latihan yang telah disusunnya," kata pengamat sepakbola Rayana Djakasuria di Jakarta, Selasa (23/6/2020).

Sebenarnya, kata Rayana Djakasuria yang juga mantan wartawan sepakbola peliput Liga Italia, polemik PSSI dengan Shin Tae Yong tidak perlu terjadi bilamana Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri memahami tugas dan fungsinya. Apalagi, Shin Tae Yong telah membuktikan kemampuannya dengan meloloskan Timnas Korea Selatan ke Piala Dunia 2018.

"Indra Sjafri tidak boleh mencampuri masalah program yang telah disusun Shin Tae Yong. Kalau Indra Sjafri memahami kualitasnya saat menjadi pelatih timnas dan posisinya sebagai Direktur Teknik PSSI harusnya membantu memfasiitasi Shin Tae Yong untuk mewujudkan programnya," jelas Rayana.

Dampak polemik ini, kata Rayana, bisa menimbulkan perasaan tidak nyaman Shin Tae Yong apalagi ranah yang ditanganinya seolah-olah diintervensi. "Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan sebaiknya harus mengambil keputusan memecat Indra Sjafri dari jabatannya. Saya rasa solusi ini yang terbaik untuk membuat Shin Tae Yong lebih nyaman dalam menjalankan program meningkatkan prestasi Tiimnas Indonesia," tegasnya.

Selain memecat Indra Sjafri, kata Rayana, pembentukan Satgas Timnas juga perlu dibubarkan. "Buat apa dibentuk Satgas Timnas yang juga beranggotakan Indra Sjafri dimana tugasnya mengawasi Timnas Indonesia menuju Piala Dunia U 20 2021. Tak ada yang perlu diawasi kinerja Shin Tae Yong," tegasnya.

Berbicara masalah program Trainning Camp (TC) yang dilakukan di Korea, jelas Rayana, Shin Tae Yong pasti punya tujuan. "Sekelas Shin Tae Yong itu pasti sudah mempelajari karakter pemain Indonesia. Pasti ada tujuannya TC di Korea Selatan," tandasnya.

Lebih jauh Rayana juga merasa prihatin PSSI yang sudah berdiri 90 tahun tidak memiliki kantor refresentatif. Apalagi, sepakbola sudah menjadi olahraga industri. "PSSI itu harus punya kantor refresentatif apalagi Indonesia bakal menjadi tuan rumah Piala Dunia U 20 2021," tegasnya.

Menurut Rayana, FIFA memang tidak mempermasalahkan soal kantor refresentatif PSSI yang mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia U 20 2021. Namun, hal itu akan berpengaruh terhadap reputasi PSSI. "Saya berharap Ketua Umum PSSI bisa mengusahakan kantor refresentatif dan menjadikan PSSI sebagai organisasi yang ideal. Miris kan di Kantor PSSI tidak terpasang bendera Merah Putih, PSSI, AFC, FIFA," ujarnya. ***


wwwwww