Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
19 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
17 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
13 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
4
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
13 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
5
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
17 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
6
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
21 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Umum

Game Online dan Drama Korea Ancaman Serius bagi Penghafal Alquran

Game Online dan Drama Korea Ancaman Serius bagi Penghafal Alquran
Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid. (GoNews.co)
Sabtu, 27 Juni 2020 21:17 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
CIANJUR - Memakai dan menikmati kecanggihan tekhnologi berlebihan, bisa menghancurkan masa depan anak-anak muda Islam.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua MPR, Jazilul Fawaid saat menghadiri acara Haul ke 27, Pendiri Ponpes Raudhatul Muta'allimin, KH. Muhamad Almaghfur, di Kampung Cijambe, Desa Cibaregbeg, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (27/6/2020).

"Akibat kecanggihan tekhnologi, anak- anak muda kita sering lalai dengan ibadah, belajar bahkan Sekolah," ujarnya.

Tidak hanya itu, Gus Jazil, sapaan akrabnya, juga menyoroti gangguan nyata bagi generasi Islam khusunya bagi pecinta dan penghafal Alquran.

Salahsatunya kata Dia, adalah dunia hiburan yang saat ini banyak terdapat dalam genggaman remaja. Misalnya kata Dia, Drama Korea, Game Online dan banyak lagi aplikasi - aplikasi yang membuat candu dan bisa membahayakan kecintaan remaja Islam ke Alquran.

"Sekarang ini saingan dan gangguan orang untuk membaca Alquran semakin banyak. Mulai dari game online, drama Korea, hingga dunia hiburan lainnya. Karena itu, untuk bisa terus membaca Alquran, butuh Perjuangan dan pengorbanan," kata Gus Jazil.

Dalam kesempatan tersebut, Koordiantor Nasional Nusantara Mengaji itu, juga mengajak umat Islam Indonesia untuk terus melanjutkan cita-cita serta perjuangan para ulama.

Caranya kata Dia, yakni dengan memakmurkan pondok pesantren, mempelajari agama dengan bersungguh-sungguh, serta mencintai Alquran.***

wwwwww