Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Pemerintahan
17 jam yang lalu
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
2
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di 'Kota Hujan'
MPR RI
4 jam yang lalu
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di Kota Hujan
3
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Kesehatan
3 jam yang lalu
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
4
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
Politik
4 jam yang lalu
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
5
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
Ekonomi
4 jam yang lalu
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
6
Fraksi PAN minta Kalung Anticorona Diteliti
Kesehatan
4 jam yang lalu
Fraksi PAN minta Kalung Anticorona Diteliti
Home  /  Berita  /  Pendidikan

Game Online dan Drama Korea Ancaman Serius bagi Penghafal Alquran

Game Online dan Drama Korea Ancaman Serius bagi Penghafal Alquran
Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid. (GoNews.co)
Sabtu, 27 Juni 2020 21:17 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
CIANJUR - Memakai dan menikmati kecanggihan tekhnologi berlebihan, bisa menghancurkan masa depan anak-anak muda Islam.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua MPR, Jazilul Fawaid saat menghadiri acara Haul ke 27, Pendiri Ponpes Raudhatul Muta'allimin, KH. Muhamad Almaghfur, di Kampung Cijambe, Desa Cibaregbeg, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (27/6/2020).

"Akibat kecanggihan tekhnologi, anak- anak muda kita sering lalai dengan ibadah, belajar bahkan Sekolah," ujarnya.

Tidak hanya itu, Gus Jazil, sapaan akrabnya, juga menyoroti gangguan nyata bagi generasi Islam khusunya bagi pecinta dan penghafal Alquran.

Salahsatunya kata Dia, adalah dunia hiburan yang saat ini banyak terdapat dalam genggaman remaja. Misalnya kata Dia, Drama Korea, Game Online dan banyak lagi aplikasi - aplikasi yang membuat candu dan bisa membahayakan kecintaan remaja Islam ke Alquran.

"Sekarang ini saingan dan gangguan orang untuk membaca Alquran semakin banyak. Mulai dari game online, drama Korea, hingga dunia hiburan lainnya. Karena itu, untuk bisa terus membaca Alquran, butuh Perjuangan dan pengorbanan," kata Gus Jazil.

Dalam kesempatan tersebut, Koordiantor Nasional Nusantara Mengaji itu, juga mengajak umat Islam Indonesia untuk terus melanjutkan cita-cita serta perjuangan para ulama.

Caranya kata Dia, yakni dengan memakmurkan pondok pesantren, mempelajari agama dengan bersungguh-sungguh, serta mencintai Alquran.***


wwwwww