Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
16 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
13 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
14 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
17 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
5
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
10 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
6
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
17 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
Home  /  Berita  /  Voli

Tito Ngaku Hanya Bisa Pasrah Jika Dirinya di Reshuffle

Tito Ngaku Hanya Bisa Pasrah Jika Dirinya di Reshuffle
Mendagri, Tito Karnavian. (Istimewa)
Selasa, 30 Juni 2020 18:57 WIB
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan keluhannya terhadap kinerja menteri di kabinet yang ia pimpin. Jika masih ada yang kinerjanya jelek maka mantan gubernur DKI Jakarta itu, tidak segan-segan akan melakukan ‎reshuffle.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, soal reshuffle adalah hak prerogatif Presiden Jokowi. Sehingga dirinya hanya bisa berserah diri ‎kepada kehendak ilahi.

"Jadi sekali lagi saya hanya bekerja saja. Masalah yang lain-lain jabatan itu di tangan Allah SWT dan keputusan hak prerogatif Bapak Presiden," ujar Tito di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (30/6).

Sementara mengenai Anggota Komisi II DPR yang juga politikus Johan Budi yang meminta Presiden Jokowi tidak melakukan reshuffle terhadap dirinya. Tito mengatakan dirinya tidak nyaman dengan yang disampaikan Johan Budi.

"Kemarin ada yang menyampaikan itu saya agak sedikit kurang nyaman mengenai masalah isu reshuffle. Nanti saya dikira ada pesanan dari saya, padahal tidak," katanya.

Tito juga mengetahui, yang diucapkan Johan Budi adalah spontan. Namun ia menegaskan itu bukan atas keinginan dirinya. Terpenting dirinya sebagai pembantu Presiden Jokowi hanya fokus pada tugas-tugas yang telah diamanahkan.

"Saya sebagai Mendagri hanya bekerja saya. Saya paham tugas saya sebagai Mendagri salah satunya untuk mengawal Pilkada ini bisa berlansung transparan adil dan lancar," ungkapnya.

Diketahui, Presiden Jokowi dalam sidang kabinet paripurna 18 Juni 2020 lalu memberikan teguran keras kepada para menteri dan pimpinan lembaga negara yang lambat dalam merealisasikan kebijakan penanganan Covid-19.

Presiden bahkan menyinggung opsi perombakan kabinet atau reshuffle di depan para menteri Kabinet Indonesia Maju pada sidang kabinet itu.

Dalam pengarahannya, Presiden menyampaikan rasa kecewanya terhadap kinerja para menteri yang dinilai belum memberikan progres kemajuan yang signifikan.

"Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle, sudah kepikiran kemana-mana saya. Entah buat perppu yang lebih penting lagi, kalau memang diperlukan," kata Presiden dalam video yang diunggah melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (28/6).***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Gelora.co
Kategori:Badminton, Voli, PON, DKI Jakarta
wwwwww