Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Simpati Indonesia Untuk Para Korban Ledakan Lebanon
DPR RI
12 jam yang lalu
Simpati Indonesia Untuk Para Korban Ledakan Lebanon
2
Perlu Terobosan Kreatif untuk Hindari Resesi Ekonomi
MPR RI
11 jam yang lalu
Perlu Terobosan Kreatif untuk Hindari Resesi Ekonomi
3
HNW: Tragedi Ledakan Dahsyat di Beirut Harus Diusut Tuntas
MPR RI
12 jam yang lalu
HNW: Tragedi Ledakan Dahsyat di Beirut Harus Diusut Tuntas
4
Kawal RUU Ciptakerja, Ketua DPD Minta Senator Fokus di Kepentingan Daerah
DPD RI
11 jam yang lalu
Kawal RUU Ciptakerja, Ketua DPD Minta Senator Fokus di Kepentingan Daerah
5
Hasan Basri: Ada 174 Pasal Yang Akan Kami Pelototi
DPD RI
11 jam yang lalu
Hasan Basri: Ada 174 Pasal Yang Akan Kami Pelototi
6
Sultan Najamudin Keluhkan Kinerja Menteri Perdagangan
GoNews Group
8 jam yang lalu
Sultan Najamudin Keluhkan Kinerja Menteri Perdagangan
Home  /  Berita  /  Internasional

Dua Bayi Kembar Baru Lahir Tewas Diterkam 2 Anjing Peliharaan Orang Tuanya

Dua Bayi Kembar Baru Lahir Tewas Diterkam 2 Anjing Peliharaan Orang Tuanya
Elaine Novais bersama bayi kembarnya, Anne dan Analu, sebelum keduanya tewas diterkam anjing peliharaannya. (sindonews.com)
Jum'at, 03 Juli 2020 22:31 WIB
PIRIPA - Dua bayi kembar yang baru lahir meninggal dunia setelah diterkam dua anjing peliharaan orang tuanya. Peristiwa tragis itu terjadi di Piripá, negara bagian Bahia timur laut, Brasil.

Dikutip dari Sindonews.com, laporan polisi menggambarkan insiden tragis itu terjadi setelah seorang Ibu meninggalkan sebentar dua bayi perempuannya yang prematur untuk berbicara dengan tetangga. Saat ditinggalkan itulah dua anjing menyerang.

Dua bayi kembar bernama Anne dan Analú itu meninggal pada 23 Juni lalu. Keduanya dilahirkan dengan operasi caesar dan berusia 26 hari saat diserang anjing. Kelahiran kedua bayi ini dimajukan sebulan dari jadwal semestinya.

Kerabat yang terkejut mengatakan anjing Labrador dan anjing hutan Amerika yang menyerang kedua bayi itu telah menjadi hewan peliharaan keluarga tersebut selama lima tahun dan biasanya patuh. Namun sejak kedatangan si kembar, kedua anjing tersebut menjadi iri setelah kehilangan kasih sayang dari pemiliknya.

Elaine Novais (29), berlari ke kamarnya tempat kedua bayi kembarnya berbaring setelah mendengar tangisan mereka.

Elaine Novais menyeret anjing-anjing itu pergi untuk menghentikan serangan. Namun, serangan kedua hewan itu sudah terlanjur menyebabkan luka parah pada perut kedua bayi.

Seorang tetangga, yang berprofesi sebagai asisten perawat, memberikan pertolongan pertama sebelum kedua bayi dilarikan ke rumah sakit. Dokter mengonfirmasi bahwa salah satu dari si kembar telah meninggal seketika akibat luka-lukanya. Sedangkan bayi yang satunya terluka parah dan menderita serangan jantung, di mana tim medis tidak dapat menyelamatkannya.

Seorang anggota keluarga yang meminta namanya tidak disebutkan mengatakan kepada media setempat bahwa kedua anjing itu biasanya penuh kasih sayang dan lembut.

''Kami berpikir bahwa dengan kedatangan si kembar, hewan-hewan itu tidak lagi memiliki perhatian dan kasih sayang dari pemiliknya,'' katanya.

''Ini mungkin telah menyebabkan semacam kecemburuan dan memicu hewan yang biasanya jinak untuk menyerang anak-anak.''

Perasaan Elaine Novais dan suaminya, Regis Novais (32), hancur dengan peristiwa itu. Terlebih pasangan itu memulai sebuah keluarga sejak sembilan tahun lalu.

Elaine harus dibius setelah pingsan karena syok di Maria Pedreira Barbosa Municipal Hospital.

Tetangga keluarga tersebut, Maria de Jesus, mengatakan kepada Focus On News; ''Ini telah menghancurkan orang tua (kedua bayi kembar).''

''Saya berdoa agar mereka tidak jatuh ke dalam depresi tetapi akan sulit karena anak-anak itu cantik, benar-benar dicintai dan sangat dinanti-nanti,'' ujarnya yang dilansir Kamis (2/7/2020).

Bidan yang membantu kelahiran kedua bayi kembar tersebut menggambarkan Elaine sebagai seorang ibu yang suka memanjakan, yang menunjukkan perawatan dan tanggung jawab selama kehamilannya.

Polisi telah membuka penyelidikan tentang keadaan di sekitar kematian si kembar.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Peristiwa, Internasional

wwwwww