Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Terlalu Riskan PB Perpani Tetap Ngotot Singkirkan Tiga Pemanah Elit
Olahraga
23 jam yang lalu
Terlalu Riskan PB Perpani Tetap Ngotot Singkirkan Tiga Pemanah Elit
2
Fahri: Keberagaman di Nusantara Bisa Jadi Format bagi Indonesia untuk Mempersatukan Dunia
Politik
10 jam yang lalu
Fahri: Keberagaman di Nusantara Bisa Jadi Format bagi Indonesia untuk Mempersatukan Dunia
3
Hetifah Harap Arahan Presiden Diterjemahkan dalam Program-program Nyata
DPR RI
23 jam yang lalu
Hetifah Harap Arahan Presiden Diterjemahkan dalam Program-program Nyata
4
DPR Berharap Revisi UU Penanggulangan Bencana Selesai di Masa Sidang saat Ini
DPR RI
5 jam yang lalu
DPR Berharap Revisi UU Penanggulangan Bencana Selesai di Masa Sidang saat Ini
5
Batalkan Pesanan, Takmir Masjid Dipukul dan Kemaluannya Ditarik Pengusaha Pasir
Hukum
23 jam yang lalu
Batalkan Pesanan, Takmir Masjid Dipukul dan Kemaluannya Ditarik Pengusaha Pasir
6
Aksi Tolak Omnibus Law Chaos di Yogyakarta
Peristiwa
23 jam yang lalu
Aksi Tolak Omnibus Law Chaos di Yogyakarta
Home  /  Berita  /  DPR RI

Pandemi Masih Berlangsung, Senayan Ingatkan soal Geopolitik

Pandemi Masih Berlangsung, Senayan Ingatkan soal Geopolitik
Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono (tengah), Anggota Komisi I DPR RI, Abdul Kadir Karding (kanan), Ketua BKSAP DPR RI, Fadli Zon (kiri).
Kamis, 09 Juli 2020 17:01 WIB
JAKARTA -Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono berharap, Indonesia tak abai atau terlambat merespons potensi ancaman dan dampak dari Geopolitik yang terus berlangsung di tengah pandemi Covid-19. Hal ini terkait dengan persaingan kekuatan dua negara adidaya di Laut China Selatan dan Samudera Hindia.

"Saya khawatir di tengah tantangan kita menghadapi pandemi Covid-19 ini kita lupa ini ada dinamika yang sedang berjalan terus, berputar-putar di sekeliling kita. Dan kita maksudnya jangan sampai tergoda atau terprovokasi (oleh hal, red) yang dibuat padahal sesungguhnya tidak begitu," kata Nono dalam diskusi bertajuk 'Pandemi dan Situasi Politik Internasional' di Gedung DPR RI, Kamis (9/7/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Nono memyampaikan banyak data penting bagi pertahanan Indonesia. Penyampaian pada Presiden pun sudah dilakukan, dan Kepala Negara mengarahkan untuk berkomunikasi dengan Menkopolhukam RI.

Nono menegaskan, untuk menghadapi tantangan luar negeri maka elit politik dan masyarakat seharusnya satu merah putih dan tidak ada perbedaan kepentingan.

Anggota Komisi Intelijen DPR RI, Abdul Kadir Karding yang hadir dalam diskusi, menyabut baik data dan semangat Nono Sampono untuk menjaga ketahanan Bangsa dalam menghadapi tantangan luar negeri yang ada.

Politisi PKB itu, mewacanakan perbincangan lanjutan bersama Nono terkait hal ini, bersama Komisi I.

Senada, Ketua BKSAP DPR RI, Fadli Zon, juga memandang penting adanya perhatian terkait ketahanan Negara Republik Indonesia.

Fadli menilai, Indonesia saat ini dalam kondisi tak cukup siap untuk menghadapi tantangan situasi geopolitik. Negara ini, dinilai tak punya konsep pertahanan yang cukup baik yang salah satu sebabnya, juga terkait dengan persoalan leadership.

Terkait data panjang dan kondisi yang dikemukakan, Romdony Setiawan selaku moderator menegaskan kepada Nono, mengenai seberapa besar potensi terjadi kontak senjata di laut, pada dua titik yang Nono sebut.

Kata Nono, "banyak kemungkinan,". Tapi menurutnya, jika dengan China, "kepentingan China terhadap Indonesia masih terlalu besar,".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, DPR RI, Nasional, Politik

wwwwww