Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Arema FC Luncurkan Program Inovatif Memeriahkan Hari Ulang Tahun
Sepakbola
12 jam yang lalu
Arema FC Luncurkan Program Inovatif Memeriahkan Hari Ulang Tahun
2
Belasan Tahun Raih WTP, DPD Targetkan Zero Temuan Tahun Depan
Nasional
21 jam yang lalu
Belasan Tahun Raih WTP, DPD Targetkan Zero Temuan Tahun Depan
3
Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat
DPR RI
23 jam yang lalu
Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat
4
Bamsoet Dorong Semua Komunitas Pemukiman Patuhi Protokol Kesehatan  
MPR RI
23 jam yang lalu
Bamsoet Dorong Semua Komunitas Pemukiman Patuhi Protokol Kesehatan  
5
Perkuat Perekonomian Pedesaan Atasi Resesi Ekonomi
MPR RI
23 jam yang lalu
Perkuat Perekonomian Pedesaan Atasi Resesi Ekonomi
6
Calon Tunggal Berpontensi Hadapi 31 Kotak Kosong Jadi Preseden Buruk Pilkada
DPR RI
23 jam yang lalu
Calon Tunggal Berpontensi Hadapi 31 Kotak Kosong Jadi Preseden Buruk Pilkada
Home  /  Berita  /  Politik

Kurikulum Pendidikan Tak Masuk Pelajaran Tentang Pancasila, MPR Kecewa

Kurikulum Pendidikan Tak Masuk Pelajaran Tentang Pancasila, MPR Kecewa
Diskusi MPR RI dengan tema 'Membentuk Karakter Bangsa, Pancasila Masuk Kurikulum Pendidikan?' di Gedung DPR RI, Senayan, Senin (13/7/2020).
Senin, 13 Juli 2020 17:07 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Nilai-nilai moral dan ideologi Pancasila disoroti MPR RI mulai memudar dikalangan anak muda selaku generasi penerus bangsa. Dalam kurikulum pendidikan sendiri, nampak jarang pembekalan mata pelajaran yang memberikan pengetahuan tentang Pancasila.

Demikian diungkapkan Anggota MPR RI Fraksi PPP Saifullah Tamliha saat mengisi acara diskusi MPR RI dengan tema 'Membentuk Karakter Bangsa, Pancasila Masuk Kurikulum Pendidikan?' di Gedung DPR RI, Senayan, Senin (13/7/2020).

Saifullah Tamliha mengatakan, pendidikan moral Pancasila pada dasarnya harus terus diberikan di dunia pendidikan. "Pelajaran tentang Pancasila di kurikulum tentang Pancasila nyaris tidak ada di sekolah-sekolah , baik negeri, swasta maupun pesantren. Jelas ada kekosongan dan baru sekarang kita merasakan, bahwa ada roh Ideologi yang hilang selama reformasi," kata Tamliha.

Karena alasan itu, anggota Komisi I DPR ini menegaskan, alm. mantan Ketua MPR RI Taufik Kiemas meminta kepada jajarannya untuk terus melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR. Posisi Pancasila dinilai makin terpuruk, kata Tamliha, semenjak hebohnya pemberitaan tentang adanya Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

"Ini semakin parah ketika RUU HIP buat 'geger' se-Indonesia itu. pertanyaannya, apakah kurikulum tentang Pancasila itu diwajibkan kembali," aku Tamliha.

Tak hanya itu, diakui Tamliha, banyak Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri yang belum paham maksud dan tujuan dibentuknya Pancasila. "Di luar negeri sendiri, WNI kita di Negara-begara asing justru paling menaruh minat yang besar untuk mengetahui tentang Pancasila," ungkap Tamliha.

Tamliha mengungkapkan, sistem Pancasila ini sebenarnya sangat dikagumi warga dan pejabat negara asing. "Saat kami ke Budapest-Hongaria dan berpidato di hadapan para wali kota seluruh negara Tiongkok, mereka sangat antusias dan ingin mengetahui apa sih Pancasila itu," tandas Tamliha.

Ungkapan yang sama disampaikan anggota MPR RI Fraksi PDI Perjuangan, M Nabil Haroen. Ia meminta kurikulum pendidikan Pancasila dimasukan kembali di pendidikan nasional. "Itu penting, karena Pancasila itu adalah ideologi dasar negara Indonesia," ungkap Nabil ditempat yang sama.

Menurut Nabil, pengetahuan tentang Pancasila perlu diterapkan di bangku pendidikan seperti SD, SMP dan SMA hingga seluruh instansi negara. "Termasuk Instansi TNI dan Polri," pinta Nabil.

Oleh sebab itu, Nabil berharap pendidikan Pancasila perlu disusun secara matang dan terperinci agar pelaksanaannya lebih maksimal. "Artinya penerapan Pancasila itu yang implementatif bukan hanya sebagai naratif atau kalimat yang bersifat narasi aja. Jadi, mari kita semua kawal Pancasila ini masuk kurikulum pendidikan agar direalisasi dengan baik," tandas Nabil.***


wwwwww